Learn Science With Ilmusiana

5+ Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan Pada Makanan

Bisakah kamu sebutkan nama 5 jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan? Banyak pelajar yang menanyakan ini di forum pembelajaran online. Sepertinya, mereka sedang mendapatkan tugas dari gurunya. Sebenarnya, pertanyaan ini sangat mudah untuk dijawab. Kamu bisa bertanya ke ibumu mengenai jenis-jenis zat aditif yang sering ditambahkan ke dalam makanan. Ibu kamu pasti sering menggunakannya saat membuat makanan.

Zat Aditif Makanan

5+ Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan Pada Makanan

Dalam proses pembuatan makanan, seringkali memang ditambahkan zat aditif dengan tujuan untuk memperbaiki tekstur atau penampakan, cita rasa, dan daya tahan penyimpanan. Zat aditif tersebut terbagi ke dalam dua golongan, yaitu zat aditif alami dan zat aditif buatan. Masing-masing memiliki kelebihan saat ditambahkan pada makanan.

Lantas, bisakah kamu sebutkan 5 jenis zat aditif yang biasa ditambahkan pada makanan? Nah, agar kamu dapat menyebutkannya, dalam uraian ini kami akan membantu menjelaskan nama-nama zat aditif yang sering digunakan pada makanan. Semoga setelah membaca uraian ini, kamu bisa menjawab soal dengan benar.

Baca Juga:
Yuk, berikut ini pembahasannya...

5 Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan Pada Makanan

Berikut ini adalah nama 5 jenis zat aditif dan fungsinya. Kelima zat aditif ini biasa ditambahkan pada makanan:

1. Gelatin (Pengental)

zat aditif gelatin pengental

Jenis zat aditif yang pertama adalah gelatin, yaitu senyawa turunan protein yang berasal dari ekstrak kolagen hewan yang telah dikeringkan. Ciri-ciri dari zat aditif gelatin antara lain; tidak berwarna atau bening, tidak berasa, dan rapuh. Fungsinya pada makanan adalah sebagai pengental. Zat aditif gelatin sering ditambahkan pada beberapa jenis makanan, seperti; permen, es krim, dan jeli.

2. Siklamat (Pemanis)

zat aditif siklamat pemanis

Jenis zat aditif yang kedua adalah siklamat atau natrium siklamat, yaitu senyawa kimia yang berfungsi sebagai pemanis buatan. Tingkat kemanisannya lebih tinggi daripada gula, yaitu sekitar 30-50 kali. Itulah sebabnya mengapa sehingga zat aditif siklamat biasa ditambahkan pada makanan karena fungsinya bisa menggantikan gula.

3. Tartrazin (Pewarna)

zat aditif tartrazin pewarna

Jenis zat aditif yang ketiga adalah tartrazin, yaitu senyawa turunan dari coal tar hasil pencampuran antara senyawa fenol, hidrokarbon polisiklik, dan heterosklik. Fungsinya pada makanan adalah sebagai pewarna kuning lemon sintesis. Tartrazin sering ditambahkan ke dalam makanan, seperti; keripik, puding, permen, es krim, dan lain-lain.

4. Natrium Benzoat (Pengawet)

zat aditif natrium benzoat pengawet

Jenis zat aditif yang keempat adalah natrium benzoat, yaitu garam natrium dari asam benzoat yang dihasilkan dengan cara mereaksikan asam benzoat dengan natrium hidroksida. Zat aditif natrium benzoat pada makanan berfungsi sebagai pengawet untuk menahan jamur dan bakteri dalam kondisi asam. Jenis makanan yang sering ditambahkan natrium benzoat adalah selai buah, jus, dan minuman berkarbonasi.

5. Monosodium Glutamat atau MSG (Penguat Rasa)

zat aditif msg penguat rasa

Jenis zat aditif yang kelima adalah monosodium glutamat atau sering disingkat MSG, yaitu garam natrium dari asam glutamat. MSG merupakan salah satu asam amino non-esensial yang bisa terbentuk secara alami dalam jumlah banyak. Zat aditif MSG pada makanan berfungsi sebagai penguat rasa dan memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan, menyetukan, dan menyempurnakan persepsi total rasa lainnya.

Jenis Zat Aditif Alami yang Biasa Ditambahkan Pada Makanan

Sebagai tambahan informasi, berikut ini kami sertakan juga jenis zat aditif alami yang biasa ditambahkan pada makanan:
  • Gula pasir (pemanis)
  • Gula aren (pemanis)
  • Bawang putih / merah (penyedap)
  • Garam dapur (penyedap)
  • Cabai (penyedap)
  • Wortel (pewarna)
  • Daun suji (pewarna)
  • Ubi ungi (pewarna)
  • Kunyit (pewarna)
  • Bawang putih (pengawet)
  • Asam cuka (pengawet)
  • Garam (pengawet)
  • Daun Jeruk (penambah aroma)
  • Daun pandan (penambah aroma)
  • Daun serai (penambah aroma)
  • Vanili (penambah aroma) 
Demikianlah penjelasan tentang 5 Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan Pada Makanan. Bagikan informasi ini agar orang lain juga bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfat.
5+ Jenis Zat Aditif yang Biasa Ditambahkan Pada Makanan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Author Ilmusiana

0 komentar:

Post a Comment