Learn Science With Ilmusiana

2019+ Gerak Pada Tumbuhan (Gambar Lengkap)

Seperti apa gerak pada tumbuhan? Sebutkan beberapa contohnya? Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Manusia, tumbuhan, dan hewan memiliki cara masing-masing untuk bergerak. Mungkin, pada manusia dan hewan kita tidak sulit untuk mengetahui cara mereka bergerak, sebab setiap hari kita melihat pergerakan makhluk hidup ini. Misalnya, gerak hewan kucing yang ada di dalam rumah kita.

Gerak Tumbuhan

Gerak Pada Tumbuhan

Namun, bagaimana dengan tumbuhan? Pernahkah kalian melihat tumbuhan bergerak? Mungkin, banyak di antara kita yang menjawab "tidak pernah". Tetapi, oleh karena tumbuhan adalah salah satu makhluk hidup, maka sudah pasti tumbuhan juga bergerak. Namun memang gerak pada tumbuhan tidak seperti pada jenis makhluk hidup lainnya.

Jika kita memahami bahwa gerak itu adalah berpindah tempat, maka wajar jika kita menganggap tumbuhan itu tidak bergerak. Tumbuhan setiap hari letaknya disitu-situ saja, di atas tanah tempatnya tumbuh. Namun, gerak tidak dalam pengertian sesederhana itu. Penjelasannya sebentar lagi akan kami uraikan di bawah.
Nah, pada kesempatan ini kami akan menjelaskan materi gerak pada tumbuhan. Semoga setelah membaca uraian ini, pengetahuan pembaca tentang gerak pada tumbuhan semakin bertambah. Yuk, berikut ini ulasannya:

Gerak Pada Tumbuhan

Apa itu gerak pada tumbuhan? Jadi, gerak pada tumbuhan itu dikategorikan sebagai gerak pasif. Gerak pasif adalah gerakan yang dilakukan tanpa berpindah tempat. Itulah sebabnya mengapa sehingga kita tidak bisa melihat semua gerak pada tumbuhan karena tumbuhan tidak berpindah tempat. Berbeda halnya pada manusia dan hewan, makhluk hidup ini geraknya disebut gerak aktif, yaitu gerak yang berpindah tempat. 

Gerak pada tumbuhan terkait dengan iritabilitas, yaitu kemampuan tumbuhan dalam menanggapi rangsangan. Jadi, terjadinya gerak pada tumbuhan karena adanya rangsangan, baik dari dalam maupun dari luar. Jenis rangsangan yang bisa menyebabkan tumbuhan bergerak, seperti air, sinar matahari, suhu, gravitasi, dan sentuhan.

Jenis-Jenis Gerak Pada Tumbuhan

Berdasarkan penyebabnya, gerak pada tumbuhan dibedakan menjadi tiga, yaitu gerak higroskopis, gerak esionom, dan gerak endonom, Berikut ini akan kami jelaskan masing-masing dari gerak ini:

1. Gerak Higroskopis

Salah satu cara tumbuhan bergerak disebut gerak higroskopis. Jadi:
Gerak higroskopis adalah gerak pada tumbuhan yang terjadi karena pengaruh perubahan kadar air.
Perubahan kadar air akan memberikan pengaruh kepada tumbuhan sampai ke tingkat sel. Sel-sel pada tumbuhan memiliki kemampuan yang tidak sama dalam melepaskan dan menerima air. Saat mengalami kekurangan air, sel-sel tumbuhan lebih cepat melepaskan air akan mengerut, sedangkan sel-sel lainnya relatif tetap. Akibatnya, akan terjadi tarik-menarik antara bagian yang kekurangan air dan bagian yang normal. Arah gerak tumbuhan akan ditentukan oleh kekuatan tarik menarik ini.

Terdapat kekeliruan pada beberapa referensi di internet yang memuat materi gerak pada tumbuhan, referensi tersebut memasukkan gerak higroskopis sebagai bagian dari gerak endonom. Seperti yang dimuat pada situs gurupendidikan,co.id. Hati-hati, materi tersebut keliru. Gerak higroskopis bukan bagian dari gerak endonom.

Contoh Gerak Higroskopis 

Contoh gerak higroskopis pada tumbuhan adalah:
  • Membukanya buah polong-polongan. Gerak membuka ini disebabkan terjadinya perubahan kadar air di dalam sel yang tidak merata pada polong-polongan yang sudah tua. Akibatnya, terjadi pengerutan bagian buah yang tidak merata. Pengerutan tersebut membuat buah polong-polongan menjadi terbuka. 
  • Membukanya dinding kotak spora (sporangium) tumbuhan paku.

2. Gerak Esionom (Etionom)

Selanjutnya, ada juga gerak pada tumbuhan yang disebut dengan gerak esionom (etionom). Apa itu gerak esionom? Jadi:
Gerak esionom (etionom) adalah gerak yang terjadi karena adanya rangsangan dari lingkungan sekitar atau dari luar tumbuhan.
Pada gerak esionom, tumbuhan akan merespon setiap rangsangan yang datang dari luar. Arah gerakannya tergantung dari arah atau asal rangsangan. Gerak esionom terbagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu gerak tropisme, gerak nasti, dan gerak taksis.

2.1. Gerak Tropisme

Gerak tropisme adalah gerak bagian tumbuhan yang arah geraknya dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan. Bagian tumbuhan yang bergerak itu misalnya daun, kuncup bunga, dan batang. Gerak tropisme terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu tropisme positif dan tropisme negatif. Tropisme positif adalah gerak tumbuhan yang mendekati sumber rangsangan, sedangkan tropisme negatif adalah gerak tumbuhan yang menjauhi sumber rangsangan.

Berdasarkan sumber rangsangannya, gerak tropisme dibedakan menjadi 6 jenis, yaitu:
  • Fototropisme: adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan cahaya. Jika mengarah ke sumber cahaya disebut fotoropisme positif, jika menjauhi disebut fototropisme negatif.
  • Geotropisme: adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan gravitasi bumi. Jika gerakannya menuju sumber rangsangan disebut geotropisme positif, contohnya gerak akar menuju tanah. Namun, jika gerakannya menjauhi rangsangan disebut geotropisme negatif, contohnya gerak batang tumbuh menjauhi tanah.
  • Hidrotropisme: adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan air. Jika bergerak mendekati air disebut hidrotropisme positif, contohnya akar tumbuhan bergerak ke tempat yang banyak air. Namun, jika menjauhi air disebut hidrotropisme negatif, contohnya gerak pucuk batang tumbuhan yang tumbuh ke atas air.
  • Kemotropisme: adalah gerak bagian tumbuhan karena adanya rangsangan zat kimia. Jika tumbuhan bergerak menuju zat kimia tertentu disebut kemotropisme positif, contohnya gerak akar menuju zat di dalam tanah. Namun, jika menjauhi zat kimia disebut kemotropisme negatif, contohnya akar menjauhi racun.
  • Tigmotropisme: adalah gerak bagian tumbuhan akibat adanya rangsangan sentuhan satu sisi atau persinggungan. Contohnya, gerak membelit ujung batang atau sulur dari tumbuhan bersulur (ercis, anggur, markisa, semangka, dan mentimun).
  • Gravitropisme: adalah gerak pertumbuhan ke arah atau menjauhi tarikan gravitasi. Jika pertumbuhannya ke bawah mendekati sumber rangsangan, disebut gravitoprisme positif. Namun, jika pertumbuhannya ke atas menjauhi rangsangan, disebut gravitoprisme negatif.  

2.2. Gerak Nasti

Jenis gerak esionom yang kedua disebut gerak nasti. Apa itu gerak nasti? Jadi:
Gerak nasti adalah gerak bagian tumbuhan yang arah gerakannya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsangan, melainkan ditentukan oleh perubahan dari dalam tumbuhan itu sendiri, seperti perubahan tekanan turgor
Gerak nasti dibedakan lagi menjadi 6 jenis, yaitu:
  • Fotonasti: adalah gerak nasti yang disebabkan oleh rangsangan cahaya. Contohnya, gerak mekarnya bunga pukul empat (Mirabilis jalapa) pada sore hari.
  • Niktinasti: adalah gerak nasti yang disebabkan oleh suasana gelap. Jenis gerak nasti ini disebut juga gerak tidur. Contohnya, menutupnya daun polong-polongan pada malam hari dan membuka pada esok hari.
  • Tigmonasti atau Seismonasti: adalah gerak nasti yang disebabkan adanyan rangsangan sentuhan atau getaran. Contohnya, gerak menutupnya daun putri malu (Mimosa pudica) jika disentuh.

Daun Putri Malu

tigmonasti daun putri malu
  • Termonasti: adalah gerak nasti yang disebabkan adanya rangsangan perubahan suhu. Contohnya, mekarnya bunga tulip saat mengalami kenaikan suhu dan menutup saat penurunan suhu.
  • Haptonasti: adalah gerak nasti yang disebabkan oleh sentuhan serangga. Contohnya, menutupnya daun tumbuhan Dionaea saat disentuh lalat.
  • Nasti Kompleks: adalah gerak nasti yang disebabkan oleh banyak faktor sekaligus (pH, suhu, karbon dioksida, dan kadar kalsium). Contohnya, gerak menutup dan membukanya stomata pada daun. 

2.3. Gerak Taksis

Jenis gerak esionom (etionom) yang ketiga adalah gerak taksis. Apa itu gerak taksis? Jadi:
Gerak taksis adalah gerak seluruh tubuh atau bagian dari tubuh tumbuhan yang berpindah tempat dan arah perpindahannya dipengaruhi rangsangan. 
Jika gerakannya mendekati sumber rangsangan disebut taksis positif, jika menjauhi sumber rangsangan disebut taksis negatif. Gerakan taksis umumnya terjadi pada tumbuhan tingkat rendah. Gerak taksis terbagi menjadi dua jenis, yaitu:
  • Kemotaksis: adalah gerak taksis yang terjadi karena adanya rangsangan zat kimia. Contohnya, gerak gamet jantan berflagela (spermatozoid) yang dihasilkan oleh anteridium lumut ke arah gamat betina (sel telur) di dalam arkegonium.
  • Fotoataksis: adalah gerak taksis yang disebabkan adanya rangsangan berupa cahaya. Contohnya gerak ganggang hijau menuju cahaya yang intensitasnya sedang, tetapi saat intensitas meningkat ganggang hijau akan berbalik menjauhi cahaya.

3. Gerak Endonom

Jenis gerak pada tumbuhan yang ketiga adalah gerak endonom. Apa itu gerak endonom? Jadi:
Gerak endonom adalah gerak pada tumbuhan tanpa adanya rangsangan dari luar, tetapi berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri. 
Contoh gerak endonom adalah gerak rotasi kloroplas di dalam sel (gerak siklosis).

Demikianlah penjelasan tentang Gerak Pada Tumbuhan. Bagikan materi ini agar orang lain juga bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
2019+ Gerak Pada Tumbuhan (Gambar Lengkap) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Author Ilmusiana

0 komentar:

Post a Comment