Learn Science With Ilmusiana

[Jawaban] Tekanan Parsial Karbondioksida Paling Tinggi Terletak Pada

Artikel ini adalah jawaban dari pertanyaan "Tekanan parsial karbondioksida yang paling tinggi terletak pada?", soal mata pelajaran Biologi. Sebagaimana yang diketahui, tekanan parsial adalah tekanan yang diberikan oleh komponen penyusun gas dalam campuran gas. Tekanan parsial terbagi atas dua, yaitu tekanan parsial oksigen dan tekanan parsial karbondioksida.

Tekanan Parsial Karbondioksida Paling Tinggi Terletak Pada

Tekanan parsial oksigen adalah ukuran tekanan oksigen terlarut dalam darah. Hal ini menentukan seberapa baik oksigen bisa mengalir dari paru-paru ke dalam darah. Sedangkan, tekanan parsial karbondioksida adalah ukuran tekanan karbondioksida terlarut dalam darah. Hal ini menentukan seberapa baik karbondioksida dapat mengalir keluar dari tubuh.

Lantas, dimanakah letak tekanan parsial karbondioksida yang paling tinggi? Nah, berikut ini akan kami berikan penjelasan lengkap mengenai letak tekanan parsial karbondioksida yang paling tinggi di dalam tubuh manusia.

Yuk, silahkan simak bersama uraiannya...

Tekanan parsial karbondioksida yang paling tinggi terletak pada?

Tekanan parsial karbondioksida (PCO2) yang paling tinggi terletak pada kapiler vena, yaitu kapiler yang berfungsi untuk membawa zat sisa yang tidak terpakai oleh jaringan sel berupa karbondioksida dan zat ekskresi. Tekanan parsial karbondioksida yang tinggi pada kapiler vena menyebabkan terjadinya difusi CO2 di paru-paru dari kapiler vena menuju alveolus.

Kesimpulan

Tekanan parsial karbon dioksida yang paling tinggi terletak pada...
  • A. Alveolus
  • B. Kapiler vena
  • C. Eritrosit
  • D. Udara luar
  • E. Jaringan tubuh  
Jawaban: B. Kapiler Vena 

Demikianlah jawaban dari pertanyaan Tekanan parsial karbon dioksida yang paling tinggi terletak pada. Bagikan jawaban ini agar orang lain juga bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
[Jawaban] Tekanan Parsial Karbondioksida Paling Tinggi Terletak Pada Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Author Ilmusiana

0 komentar:

Post a comment