Learn Science With Ilmusiana

2019+ Contoh Cerpen Singkat (Cinta, Lucu, Sahabat, Pendidikan)

Kami akan membagikan contoh cerpen singkat dan menarik tahun 2019 berbagai tema, contohnya cerpen tentang persahabatan, cinta, romantis, pendidikan, dan cerpen lucu. Misalnya saja tema persahabatan, ada banyak pengarang cerpen yang menulis tentang cerpen persahabatan. Tema tersebut biasanya disukai oleh kalangan remaja yang sedang merasakan masa-masa indahnya persahabatan. Apalagi, jika jalan ceritanya memang menarik, maka sudah pasti mereka akan ketagihan membacanya.

Contoh Cerpen Singkat

Contoh cerpen lain yang tidak kalah menariknya adalah cerpen tentang cinta atau cerpen romantis. Meskipun jalan ceritanya yang kadang-kadang singkat, cerpen seperti ini tetap disukai oleh mereka yang sedang dimabuk asmara. Kebanyakan, buku kumpulan-kumpulan cerpen yang berjejer di rak toko buku itu adalah cerpen tentang cinta atau romantisme. Tampaknya, para penulis cerpen tahu betul mengenai keinginan terbesar pembaca tentang cerpen yang mereka sukai. 

Bahkan, beberapa di antara cerpen tema cinta dan romatisme ini telah diadaptasi menjadi sebuah film. Contohnya, cerpen dari Asma Nadia yang berjudul "Cinta Laki-Laki Biasa" yang pernah dijadikan film dengan judul yang sama.

Contoh cerpen lainnya yang juga menarik adalah cerpen tentang pendidikan. Ada banyak karya cerpen di luar sana yang berbicara tentang pendidikan. Tema ini juga menjadi salah satu favorit para pengarang cerpen, hal ini dibuktikan dengan banyaknya cerpen tentang pendidikan di blog ataupun website yang ditulis oleh banyak orang. Umumnya, para penulis cerpen tentang pendidikan datang dari kalangan pendidik (Contohnya: Guru).

Beberapa contoh cerpen singkat yang juga sangat digemari oleh pembaca adalah cerpen lucu. Banyak orang yang menggandrungi cerpen seperti ini. Sebagai sarana hiburan, cerpen ini dirasa efektif dan berfungsi sebagai bacaan ringan yang cocok untuk semua kalangan, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Jika cerpen cinta kadang membuat pembaca sedih dan galau, namun cerpen lucu para pembaca akan dibuat tertawa terbaha-bahak. 

Contoh Cerpen 

Uraian ini sengaja kami hadirkan untuk para pembaca sekalian yang sedang membutuhkan contoh-contoh cerpen. Dari hasil penelusuran kami, permintaan tentang contoh cerpen di internet sangat tinggi. Itulah sebabnya mengapa sehingga kami berniat untuk ikut serta memenuhi kebutuhan pembaca tersebut. Umumnya, motivasi orang berbeda-beda saat mencari cerpen, ada yang mencarinya untuk dijadikan panduan membuat cerpen, memenuhi tugas sekolah, atau sekedar bacaan mengisi waktu senggang saja. 

Penting diketahui, semua contoh cerpen yang kami tampilkan dalam uraian ini adalah hasil karya dari orang lain. Jadi, contoh cerpen tersebut bukan kami yang membuatnya, kami hanya sekedar membantu saja untuk sampai kepada pembaca. 

Contoh Cerpen Singkat

Sesuai dengan judul artikel ini, contoh cerpen yang akan kami berikan adalah cerpen-cerpen singkat dari berbagai tema, seperti persahabatan, pendidikan, cinta, romantis, atau cerpen lucu. Seperti apa cerpen singkat itu? Pada postingan terdahulu, pernah kami uraikan tentang macam-macam cerpen. Dalam postingan tersebut telah kami jelaskan bahwa macam-macam cerpen berdasarkan jumlah katanya. Cerpen singkat dapat disebut juga sebagai cerpen mini, yaitu cerpen yang hanya terdiri dari 750 - 1.000 kata saja.

Materi Cerpen Lainnya:
Jadi, contoh-contoh cerpen yang akan pembaca dapatkan dalam uraian ini adalah cerpen mini atau singkat yang terdiri dari 750 - 1.000 kata saja. Semoga, semua cerpen yang kami tampilkan dalam contoh kali ini sesuai dengan minat dan kebutuhan pembaca sekalian. Baiklah, mari kita mulai saja contohnya cerpennya.

1. Contoh Cerpen Singkat Lucu dan Menarik

contoh cerpen lucu

Contoh cerpen singkat yang pertama adalah cerpen yang memuat cerita atau kisah lucu. Dalam kategori, adalah lima cerpen lucu yang akan kami tampilkan. Di jamin, pembaca akan dibuat ngakak dengan kelucuan ceritanya. 

Contoh Cerpen Lucu 1: 

Matematika Kronis

Karya: Winarti

Senyap ini merongrong di tiap sudut kelasku. Diam seribu kata penuh makna. Hiruk pikuk yang ramai dengan celotehan masa putih abu-abu, seakan senyap dalam jangka waktu enam puluh menit. Otak teman-temanku tertekan dengan keras, berfikir sekuat-kuatnya dan berjuang semampunya dalam jangka waktu enam puluh menit. Itulah yang sedang dirasakan teman-teman seperjuanganku. Menghadapi ulangan matematika yang mengerikan. 

Aku bingung tak alang kepalang, teman-temanku hanya berfikir dangkal. Matematika adalah pelajaran yang yang tidak begitu disukai di kelasku. Tapi tidak denganku, aku lebih suka pelajaran matematika dari pada pelajaran seni tari, seperti contoh kawan sekelasku. Namanya Yana, dia teman sebangku ku. Dia paling anti dengan yang namanya matematika, setiap ulangan matematika tak pernah dia tidak mengeluh. "Aku tidak bisa matematika Whin, aku benci matematika." Ucapnya dengan wajah memelas. 

Mungkin saja dia tidak suka dengan ilmu pasti, tapi kenapa dia masuk jurusan IPA yang notabenenya setiap hari tidak akan luput dengan hitungan. Setiap hari pasti ada tiga mata pelajaran menghitung dari matematika, fisika dan kimia. Teman-teman sekelasku pusing saat itu juga dibuat soal hitungan pasti, yang harus segera di selesaikan dan tidak ingin mendapatkan nilai dibawah 75. Oh teman-teman, cobalah kalian sedikit bersimpati dengan matematika, ilmu itu tidak terlalu susah kok. Hanya ada satu kunci menyelesaikannya kawan. Pertama sukailah guru matematika terlebih dahulu. Kedua , musnahkan prinsip-prinsip hidupmu dengan mengandalkan kebetulan. Ketiga bukalah buku matematika mu tiap harinya walau hanya sepuluh sampai dua pulih menit saja. Setidaknya pahami maksudnya. Keempat yaitu jangan takut untuk mencoba.

Tragis memang melihat pusing melanda kepala teman-temanku.

"Waktu selesai harap di kumpulkan di depan!" ucap pak Agus guru matematika paling disiplin. Teman-temanku tersentak seketika tak beraturan.

"Belum selesai pak, lima menit lagi ya pak" teriak kawan-kawanku histeris.

"Selesai tidak selesai segera di kumpulkan"

Seketika kertas ulangan yang sudah bertuliskan lambang-lambang tulis eksak sudah berada ditangan guru matematika.

Kawan-kawanku berhamburan saat itu juga.

"Jawabanmu nomer dua berapa?" tanya Zuba kepada Yani anak rangking satu di kelasku.

"Jawabanku g(x) = 4x+20x²+25x³."

"Apa??? Jawabanku salah donk kalau gitu" balas Zuba tidak sadarkan diri. Tubuhnya terhempas dilantai begitu saja tak beraturan, teman-teman sekelasku semuanya syok mendadak. "Gimana ini? Zuba pingsan seketika" ucap Yani.

"Kenapa kok bisa pingsan? Bagaimana cara mengangkatnya ke UKS?" ujar Seto.

Teman-teman sekelasku bingung sekali kalau Zuba yang pingsan, kami bingung kalau Zuba yang pingsan repot sekali membawanya, karena tubuhnya yang besar jadi harus ekstra tenaga mengangkatnya.

Terik matahari panasnya tak terhingga menyerap tulang-tulangku tak kenal apapun. Kulit hitamku semakin lama semakin panas, menusuk di sumsum tulang rusuk ku. Siang ini waktu telah menunjukkan waktu 14.00 WIB, saatnya membuang rasa stress mendalam akibat ulah matematika kronis. Mandi selama tiga jam menjadi salah satu pilihan terakhir bagi penderita matematika kronis. Seperti tragedi siang tadi Zuba yang tengah pingsan oleh matematika. setelah di wawancarai mengapa dia tiba-tiba pingsan dia menjawab dengan wajah memelas.

"Kepalaku pening seketika saat mendengar jawaban matematika Yani. Itu melenceng jauh dengan jawabanku" cetusnya.

"Aku harus gimana Whin" gimana nanti kalau aku remidi? Otakku sudah buntu, mampet dan tidak bisa di bersihkan lagi." Sambung Zuba.

Sebegitu kroniskah matematika hingga membuat kawan-kawanku tak berdaya menghadapinya. Bermandikan air bening satu bak mandi penuh selama tiga jam memang pilihan tepat meluruhkan lambang-lambang eksak yang tak mempunyai sentuhan seni. Aku pun tak mau kalah, kumanjakan seluruh tubuhku dengan sentuhan klasik air bening yang transparan. Tiga jam penuh kamar mandi ku pakai tanpa gangguan dari siapapun. Tidak pula ibuku, ayahku, dan kakak adikku. Otakku seakan di ganti dengan otak yang baru. Segar tak terperikan, oh nikmatnya hidup ini jika tak ada yang mengaggu.

"Tilulitt tilulitt" ponselku berdering seketika, itu tandanya ada sms yang masuk. Ku selesaikan upacara mandiku dalam rangka membuang gejala virus-virus matematika kronis, untuk segera membuka sms yang tengah menghiasi layar ponselku.

Upacara mandiku 3 jam penuh sukses tanpa gangguan Whin
Sender : Yana

Ah dasar Yana upacara mandiku juga berjalan dengan sangat sukses dan lancar tanpa gangguan dari siapapun.

Upacara mandiku juga berjalan dengan lancar tanpa halangan
To : Yana.

Tragedi matematika tidak berakhir sampai di sini, ada ulangan pasti juga ada hasil ulangan. Pagi ini ada pelajaran matematika, kabarnya hari ini pak Agus akan membagikan hasil ulangan kemarin. Kawan-kawanku sudah menyiapkan mental sekuat-kuatnya.

"Oh mimpi apa aku tadi malam, pagi-pagi begini sudah ada matematika. Oh Tuhan selamatkan aku dari virus-virus matematika kronis ini." Ucap Uus

"Iya siapkan mental sekuat-kuatnya sajalah."

Hentakan kaki terdengar semakin keras dan mendekat ke ruang kelasku.

"Selamat pagi anak-anak" ucap pak Agus guru matermatika.

"Pagi pak……" balas kalwan-kawanku sekelas.

"Hari ini saya ingin membagikan hasil ulangan kemarin, saya sangat kecewa dengan hasil ulangan di kelas ini. Hanya ada lima anak saja yang tuntas dan lolos dari KKM" desis pak Agus dengan ekspresi kecewa. Saat itu juga syok melanda di otak kami masing-masing.

"Akan saya bacakan yang lolos KKM, hanya ada lima anak saja yaitu Yani, Seto, Rangga, Tino dan Whina saja, dan yang lain tidak lulus KKM."

Braakkk aku kaget melihat kejadian di pagi ini. Teman-temanku sekelas pingsan semua kecuali lima anak yang di sebutkan tadi. Oh syok telah melanda jiwa-jiwa kawanku. Virus matematika kronis telah menyerang seisi kelas XI IPA 2. Sampai saat ini belum ada yang bisa menyembuhkan penyakit matematika kronis. Oh Tuhan kelasku kacau akibat matematika kronis.

Contoh Cerpen Lucu 2:

Permen Ajaib

Karya: Rusmiyati Suyuti
Tidak banyak yang kuingat di masa-masa kecil dulu, tapi yang pasti aku tinggal bersama embah putriku karena kedua orang tuaku pergi merantau ke daerah Sumatera. Embahku tinggal di sebuah dusun terpencil di Kabupaten Pati, Jawa Tengah sejak usiaku masih beberapa bulan sampai kemudian aku 9 tahun baru tinggal bersama kedua orang tuaku setelah mereka memutuskan untuk menetap di kelurahan yang ada di daerah Kabupaten Pati. Aku bersama kakak laki-lakiku diasuh oleh Embah dan Bu Lek, Embah kakungku sudah meninggal jauh sebelum aku lahir sedangkan Bu Lekku masih lajang.

Ada satu peristiwa yang masih aku ingat saat berusia 4 tahun dulu, mungkin tidak serinci kisah sebenarnya tapi hal ini masih berefek sampai saat aku sudah di bangku SMU. Awal mula kejadian ini waktu aku bermain ke rumah sepupu yang terletak kira-kira 1 km dari rumah Embah, aku diajakin main ke rumah tetangga sepupu di sana sudah ada anak-anak yang lain juga.

Ada seorang anak laki-laki sebaya denganku yang menjadi pusat perhatianku selama bermain bersama tersebut, tingkah lakunya benar-benar membuat penasaran. Dia selalu mengeluarkan suara seperti sedang menyesap permen.

"Bud, kamu sedang apa ngisep permen kok ga habis-habis dari pagi tadi?" Tanyaku

"Ini enak banget tau, kamu mesti nyoba…!" Jawabnya

"Emang itu permen apa?"

"Permen ini tidak usah beli, gratis! Kamu cukup tidak usah menggosok gigi seminggu, permen ini otomatis ada di mulut kamu, manis banget!"

Karena aku penasaran, setelah pulang ke rumah aku beniat untuk mendapatkan permen seperti Budi juga yaitu dengan cara tidak menggosok gigi selama seminggu. Hari pertama masih baik-baik saja, aku acuhakn saja meski mulut terasa asam. Hari ke dua aku masih bertahan, mulut terasa asam dan sedikit bau tidak enak keluar dari mulutku. Hari ke tiga bau mulut sudah menyengat dan rasa asampun sangat tidak enak, aku menghindari interaksi dengan orang-orang di sekitar. 

Beberapa orang sudah menegur kenapa mulutku bau sekali, ada yang menanyakan kamu ga gosok gigi ya dan ada pula menanyakan makanan apa yang ku makan sehingga berakibat seperti itu. Hari berikutnya masih tetap sama, tetap bertahan untuk tidak gosok gigi meski sudah terasa ngilu, bau, dan asam yang teramat sangat. Hari keenam hampir saja aku menangis karena ketidaknyamanan, tapi segera teringat perjuanganku tinggal satu hari lagi untuk mendapatkan permen ajaib yang istimewa itu.

Hari terakhir yaitu hari yang ke tujuh pagi-pagi sekali "Huaaaaaaaaaaaaaaaa.....!!! Hik...hik..hik...!!!" Aku menangis sekencangnya karena merasakan sakit gigiku yang teramat sangat, Embah dan Bu Lek serta merta berlarian ke kamarku dan bertanya apa yang terjadi padaku. Kemudian aku menunjukkan mulutku dengan jari telunjuk dan mereka terkejut melihat perubahan yang terjadi.

"Kamu kenapa Ros?" Tanya Embah

"Gigiku sakit banget Mbah?" Jawabku

"Lho, kok bisa?" Embah bertanya lagi
Akupun menjawabnya, "Iya Mbah, aku ga gosok gigi seminggu. Karena kata Budi kalau aku ga gosok gigi seminggu nanti aku bisa mendapatkan permen langsung ada di mulutku tanpa harus membeli dan katanya lagi rasa permen itu enak sekali, ga habis-habis. Huuuu...hu...hu..."

"Oalaaah....pantesan beberapa hari ini kalau kamu bicara ada bau-baunya gimana gitu, ternyata ga gosok gigi to...Semnggu lagi....Benjolan yang di gigi Budi itu bukan permen tapi gusinya yang bengkak seperti kamu ini karena tidak menggosok gigi. Yo wes nanti jam 9 kita ke Puskesmas di Wedari biar diperiksa gigimu, lain kali Tanya dulu sama Embah atau Bu Lek kalau mau melakukan sesuatu yah dan tentunya gak diulangi lagi kan bertahan untuk tidak gosok gigi selama seminggu lagi" Ceramah Bu Lek sembari senyum-senyum.

Aku hanya nyengir menahan sakit gigiku sambil mengiyaka yang dikatakan Bu Lek.

Aku benar-benar kapok untuk mencoba tidak gosok gigi lagi, gigi gerahamku sudah mulai berlubang dan sampai SMU masih kumat nyeri giginya.

Contoh Cerpen Lucu 3:

Gak Bisa Tidur

Karya: Irfan Firmansyah

Jam melihatku degan tajam, entah kenapa aku juga bingung, seharusnya aku yang melihat jam, dunia emang kebalik benda apapun bisa menjadi hidup kalo lagi pikiran kacau marau seperti musim kemarau. Aku pergi ke dapur, kubuka lemari baju untuk melihat makanan, siapa tau ada yang sisa, eh tau-taunya gak ada, yang ada cuma baju dan celana, yah iyalah, namanya juga lemari baju, dasar bego. Aku kembali keruangan rumah, istirahat sejenak ku nyalakan TV dengan korek, ayahku datang marah-marah, tanpa sebab yang pasti dan membawa se-ember air untuk mematikan TV.

Akupun semakin pusing dan langsung saja keluar untuk mencari angin, siapa tau sedang tidak sibuk. Angin-nya gak ada, mungkin ia lagi sibuk nyusun skripsi. Haduuhh, lalu aku ambil sebatang hp di kantong celanaku, ku kirim sms pada si bebeb, tidak lama kemudian si bebeb membalas, maaf, pulsa Anda tidak mencukupi untuk mengirim sms, akupun heran si bebeb kan kerja jadi sales, koq sekarang jadi operator, Aku pun semakin dibuat pusing dengan semua ini.

Jam pun menunjukan pukul 22.00, sementara aku masih tergeletak dengan tubuh yang lemas, perut yang lapar, mata yang mulai mengantuk, tapi tidak bisa di tidurkan karena aku kasihan sama diriku, soalnya belum di isi apa-apa, dan taku malaikat datang menjemputku dengan sebilah pisau, mati deh aku, entar di tanya deh di alam kubur, Marrobuka? Siapa Tuhan-mu?, mending bisa bahasa arab, lah ini setiap hari makan teri sama telor asin.

Alhamdulillah aku masih beruntung, itu hanya misal, kubuka kamus bahasa arab, biar nanti kalau mati, bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan malaikat. Satu per tiga kuhapal, Tik tok tik tok suara suara tokek berbunyi, lalu kulihat dia dengan lembut, saya pun kaget karena yang bersuara itu bukan tokek, tetapi jam dinding klasik yang kubeli ayahku di hongkong. Karena rumahku di kota, aku aku telepon 1405 pake telpon rumah,

Aku: halo, ini sama 1405?

1405: ia, ini siapa ya?

Aku: ini aku yang kemaren nelpon. Ayam-nya ada?

1405:  ohh, ada, mau pesen berapa?

Aku: jangan lupa, kasih pempers, biar gak gompol.

1405: terus gue harus salto sambil bilang wowww?

Setelah lama berdebat dengan 1405, akhirnya aku menemukan titik temu, kutunggu beberapa detik, paket makan yang aku pesan. Bel berbunyi Assalamualaikum, ku jawab wa’alaikum salam, kakipun kulangkahkan dengan perlahan tapi pasti menuju pintu masuk rumah. ku buka pintu, aku terkejut setengah mati, aku teriak pocooong, Ini aku, jangan kaget mas, jawab seorang pegawai 1405. Ini rumah mas yang tadi pesen paket makan kenyang download kan?, ohh ia jawab ku dengan padat. ku ambil pesananku, langsung di bayar tunai tanpa kredit. Makasih mbak, aku katakan, dia pun pergi dengan tangan hampa, tanpa seorang yang menemani aku tak peduli karena dia bukan siapa-siapa.

Tanpa mengurangi rasa hormat, kututup pintu dengan kaki, dan langsung menuju kamar. makananpun kubuka, bismilahirrahmanirrahim jadi apa prok prok prok, eh ternyata jadi ayam, a iyalah orang aku pesan ayam, siapa yang bego. satu persatu aku masukan kedalam mulut, ternyata lama juga, belum habis-habis karena nasinya kecil-kecil. Aku kesal, ku rau semua nasi dan ayam goreng, blem ku masukan kedalam mulut.

Akhirnya mengalah juga, nasi dan ayamnya menyerah, dan seketika iapun habis olehku. Jampun berbunyi sebelas kali, pertanda sudah larut malam. Aku pergi ke toilet dulu untuk pipis, takut terjadi hal yang tidak di inginkan, kebiasaan pipis di tempat tidur. Ku buka celana ku setengah, dan ambil posisi jongkok, cerrrr suara air mancur yang keluar dari dalam celanaku. heuuu, aku pun menggil geli. Aku kembali ke kamar, soalnya sudah tak kuat menahan derasnya kantuk yang semakin mendalam, ku ganti semua pakainku dengan baju tidur, ku ambil selimut dan ku peluk guling. Suara hatiku berbisik, bismika Allahuma Ahya wa bismika amut. Dan bermunajat Sama yang Maha Kuasa agar tidurku di lindungi dari marabahaya dan malapetaka juga bencana. Ku pinta permohonan, untuk di bangunkan lagi esok pagi seperti semula.

Ku lontarkan kata-kata dalam hati menjadi sebuah ampunan, Ya Alloh ampunilah semua dosa-dosaku selama ini yang pernah aku lakukan baik di sengaja maupun tidak, karena aku hanyalah manusia biasa yang tak pernah lepas dari hilap ku mencoba merubah segala yang mungkin ada kesempatan untuku. Pipi pun basah dengan air mata, aku hentikan bicara, karena sudah tak kuat menahan sedih yang teramat dalam. Ku hapus air mataku dengan selimut, dan ku tutup mataku dengan paksa, tapi tak bisa, aku mencoba merayu dengan kata-kata hati agar ia luluh, akhirnya ia mengalah dan angkat bicara tidurlah dengan nyenyak nak, jangan biarkan air matamu jatuh lagi, karen hati akan tersiksa, terimalah hidup ini dengan lapang, dengan hati terbuka niscaya kau akan mendapatkan kebahagiaan.

Aku pun bersyukur, masih diberi kesempatan untuk hidup walau tidak aku gunakan dengan ikhlas. Perlahan mataku mulai goyah, hatiku basah dan tak bisa bergerak, pertanda aku sudah mulai masuk dunia mimpi. Tiba-tiba malaikat datang dengan cerulitnya, akupun berlari dengan kecepatan 400 km per jam, tapi masih dapat di kejar, aku resah dan gelisah tak tau arah, kemana ku harus melangkah. Darahpun berceceran bagaikan malam tanpa bintang, aku tak dapat berkata, sulit menghindari semua ini. tak dapat ku putar lagi waktu, semuanya sudah tiba. Tak ada yang mendengar teriakanku, aku pasrah dengan sekujur tubuh penuh darah.

Malaikat pun pergi tanpa pamit. ku kuruyuuuk, suara ayam tetangga, dengan setengah tak percaya aku masih dapat bangun.

Ku lihat jam menunjukan pukul setengah lima, ku tampar pipiku dengan keras, dan rasanya begitu menyakitkan. Alhamdulillah aku ucapkan, Tuhan masih menjagaku.

Contoh Cerpen Lucu 4:

Anti Air

Karya: Robi 

Bermalas-malasan memang cara yang tepat dan akurat buat mengisi hari-hari saat nganggur, dari pada ngelakuin hal-hal yang negatif kan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Betul??? Tapi saking malasnya setiap hari gue sibuk dikamar ampe badan gue putihan karena jarang terkena sinar matahari xixixixix

Repotnya gue tinggal di sukabumi dan semua orang juga pasti tau kalo di sini tuh udaranya dingin rek, jadi punya kebiasaan buruk lagi neh, yaitu males mandi. Lagiankan gue dirumah aja gak kemana-mana, ngapain juga mandi boros-borosin sabun aja!!! Dengan begini kan gue bisa menghemat sabun so membantu perekonomian keluarga kan betul??? heu heu…

Gue si enjoy aja walau berhari-hari gak mandi lagian orang-orang disekitar gue juga kayanya ga ngerasa keganggu tuh, paling ponakan gue yang baru dua tahun jadi nangis pas gue cium trus langsung kabur pas gue nyoba ngedeketin "ma… si om bau!!!!" begitu teriakan ponakan gue yang lagi lucu-lucunya, ah dasar anak kecil terlalu jujur.

Tapi gara-gara males mandi gue dapet julukan baru dari nyokap yaitu doger ke dua, sebenarnya doger itu nama kucing kesayangan nyokap. Bushet deh gue disamain sama kucing padahalkan gantengan gue kemana-mana dari pada si doger "ter la lu…!!! Tapi mungkin itu ungkapan kekesalan nyokap karena gue males mandi

Gue jadi inget kejadian waktu kecil dulu, saat gue males mandi bokap dengan gagah perkasa ngangkat tubuh gue dan ngelemparin gue ke kolam ikan heu heu… , tapi sekarang ko dia diem aja ya apa udah ga seperkasa dulu lagi??? xixixixi

Bushet...!!! Udah hampir seminggu bro gue gak mandi paling cuman gosok gigi sama cuci muka doang heu heu. Itu juga kalo lagi pengen, beruntung stok deodoran masih banyak so aman dari bau badan. Kayanya bentar lagi gw bakal masuk MURI nih yaitu sebagai orang terlama gak mandi xixixixi.

Tapi ternyata kelamaan ga mandi bikin rezeky tambah seret buktinya setiap gue ngelamar kerja pasti ditolak. Selain rezeki yang seret jodoh juga seuseut gak ada seorang cewe pun yang rela gue deketin (yaiayalah mana ada cewe yang mau sama cowo bau!!!)

Akhirnya dengan sangat terpaksa gue mandi juga dari pada hidup gue jadi makin seret, tapi percaya gak percaya saat gue mandi kampung pasir jengjing tempat gue tinggal diguyur hujan lebat padahal biasanya panas loh. Ternyata mitos zaman dulu benar kalo mandiin kucing pasti ujan gede...xixixixi

2. Contoh Cerpen Singkat tentang Cinta

contoh cerpen cinta

Contoh cerpen selanjutnya adalah cerpen dengan tema cinta. Cerpen seperti ini sangat disukai oleh para pembaca, cerpen yang mengisahkan tentang perjalanan cinta dua insan manusia, atau kadang-kadang juga kisah cinta bertepuk sebelah tangan. Tema cinta memang selalu menarik perhatian banyak orang, termasuk para penulis cerpen. Berikut ini kami tampilkan beberapa contoh cerpen singkat tentang cinta.

Contoh Cerpen Cinta 1:

Dalam Kotak Sederhana

Karya: Sifaul Wafa
Pagi ini seperti pagi yang lain. Orang-orang kudengar sayup -sayup memulai harinya. Di jalan aspal kecil dekat tempat ini ibu-ibu tua mengendong bawaan mereka dengan selendang di punggung. Bungkuk tubuh mereka, kumal selendang mereka dan tak berharga bawaan mereka, mungkin hanya kacang panjang, mungkin buah melinjo kering, atau mungkin hanya untaian daun pisang yang nantinya akan di bawa ke pasar.

Aku telah bangun dari tadi, ketika ibu-ibu tua dan siang memulai harinya, akupun memulai hariku, bukan hari yang cerah buatku. Kupandangi atap di atas, kotor, dan digelayuti sarang laba-laba. Pikiranku tidak kemana-mana,mataku menatap kosong, tetapi hatiku telah terbang, melanglang tinggi dan turun di sebuah memori. Aku resah.

Ku hela nafas, kebangunkan tubuh ini untuk Sholat Subuh. Namun dadaku masih terasa berat meskipun setelah menghadap Allah. Kembali kubaringkan tubuh ini. Atap itu masih tetap sama. Akankah ini selesai sampai di sini. Pikirku. Akankah sejarah ini akan berakhir hanya sekian. Ataukah aku bisa berbuat sesuatu agar cerita ini terus berjalan dan masih tetap aku bisa menikmatinya.

Kuambil hp murahku, ku sms seseorang, kutulis: "Jam berapa nanti mulainya?"

Di jawab: "jam delapan...". 

Aku mendadak membayangkan sesuatu. Dadaku menjadi sesak. Aku ingin menangis. Aku masih ingin tetap di sini, masih ingin menikmati masa-masa indah, masih ingin bersenda bergurau dan masih ingin bebas. Ya Allah, ya Tuhanku, aku sampai di sini apakah ini rencanamu ataukah doaku dulu yang telah Engkau kabulkan. Aku menginginkan yang berbeda untuk saat ini.

Akankah dia merasakan sesuatu yang penting saat ini juga, seperti diriku, sesuatu yang ada kaitannya dengan diriku. Ya Allah, aku rindu dia, aku ingin ia mengerti yang kurasakan saat ini, aku ingin ia menemaniku sampai kapanpun.

Kuambil lembaran surat yang tergeletak di samping tempat tidur. Kubaca lagi. Tak ada yang salah dalam isi surat itu. Aku memang harus memenuhi keinginan orangtuaku itu. Bahkan itu adalah hak mereka, dan kewajibanku. Karena aku adalah anak mereka dan merekalah yang membiayaiku hidupku.

Jam di dinding menunjukan pukul 06.00. Malas sekali rasanya untuk bersiap-siap. Aku tak mau. Aku masih mencintainya. Aku masih mau bertemu, bercakap- cakap dan merasakan riang cerianya suara itu, ketawanya dan loncatan-loncatan kecilnya ketika ia melihatku. Pikiranku melayang-layang, memori masa lalu satu persatu hadir dan seakan tiada habisnya.

Begitu banyak hal untuk diingat, dan telah mengendap dalam rasa. Ketika aku melihat penjual siomay, aku teringat waktu bersamanya, ketika mencium bau tanah yang naik di pagi hari, aku teringat padanya, ketika aku mengenakan pakaian yang satu itu aku selalu tersenyum karena senang mengingatnya, ketika aku melihat kerudung merah jambu aku selalu teringat padanya, dan setiap aku melihat pintu itu, aku selalu teringat juga padanya, pintu yang tak pernah ia mau memasukinya, karena takut akan ada syetan yang akan mempengaruhi kita. Aku selalu melalui pintu itu setiap hari, berkali-kali. Aku mencintainya. Aku rindu.

Jam kusam di dinding telah menunjuk pukul 07.30. Seakan gumpalan karung pasir, ku angkat susah payah tubuh ini menuju kamar mandi. Dinginnya air tak terasa, bahkan aku merasa tiba-tiba telah berada di kamar lagi. baju wisuda telah tergantung di dinding, kuambil fotonya dari dalam bukuku dan kupandangi.

"Kenapa kau tidak bisa lulus bersamaku, kenapa sampai sekarang masih banyak mata kuliah yang harus kau ulang, kenapa kau tidak bersungguh-sungguh, sedang aku setelah ini harus pulang ke Sumatera memenuhi permintaan orang tua!" Kataku dengan pelan. kudekap foto itu dan kumasukkan ke dalam dompet. Aku sangat mencintainya.

Contoh Cerpen Cinta 2:

Jujur

Karya: Rahmi

Brengsek… kau memang brengsek. Baru kusadari malam ini. Betapa bodohnya aku selama ini percaya dan menelan mentah-mentah seluruh bualan dan rayuan menjijikkanmu. Akh,kupegang kening yang tak panas ini, tapi kacau memikirkan tingkah lakumu padaku sejauh ini. Bodohnya aku baru sadari semua khilafku. Biasanya aku sangat, bahkan terlalu hati-hati dalam mengambil tindakan, ntah kau perdayai aku dengan apa sehingga semua terlanjur menyakitkan dan perih bagiku. Hingga malam ini, tak henti-hentinya otakku berputar mencari jawaban atas apa yang telah terjadi dan menimpaku, kau datang dan pergi sesuka hatimu mempermainkan perasaaanku. Awalnya aku menyalahkan diri sendiri yang tak merespon cintamu, tapi pada akhirnya, tepatnya malam ini, aku yakin semua adalah permainanmu. Dasar wanita bodoh diriku ini

Semua berawal 6 bulan lalu, kita bertemu. Sikap dan perilaku yang kau tunjukkan wajar dan terkesan dalam, kau terlalu hati-hati dalam menanggapi pertanyaan yang terlontar dari mulutku. Kau cukup dewasa, menyenangkan dan membuat aku sedikit greget terhadapmu. 

Tapi itu semua masa lalu, dan kini, disini, tepat detik ini akan kubuka semua kebohonganmu agar tak ada lagi wanita yang tersakiti sepertiku saat ini.

Pertama, kau datang dengan mulut manis mengisahkan kisah tragis keluargamu dan menunjukkan betapa tegar dan mandirinya dirimu menopang kehidupan keluargamu untuk membuat aku terkesan. Walau tak ada unsur melebih-lebihkan, kau juga menjual jaminan penghidupan yang baik dari pekerjaanmu dan tingkat pendidikanmu. Bagiku semua hanya alat untuk mempengaruhi seseorang, dan saat itu aku.

Kedua, kau ingin aku beri perhatian lebih pada salah satu adikmu yang bersekolah asrama, dengan alasan kesibukanmu. Dengan pandainya mulutmu itu, meminta dengan tersirat apapun keperluan adikmu perlu pertolongan diriku untuk mengurusnya. Dasar tengik kamu. Pada akhirnya, ketika tidak ada komunikasi yang kau berikan, adikmu datang padaku dengan meminta beberapa barang keperluannya, karena kau tidak bisa. Tidak sempat alasanmu, mau tidak mau adikmu yang...ntah polos betulan atau tidak datang padaku. Dan untungnya, kau tau aku bukan tipe wanita penolak permintaan untuk orang yang sedang tidak punya.

Ketiga, teramat aneh ketika suatu hari engkau memintaku untuk menjemputmu di suatu tempat dan kemudian meminjam kendaraanku untuk melakukan sesuatu. Harusnya di situ aku telah sadar, bahwa kau sedang memanfaatkanku,ya kau memang begitu. Hah, jebakanmu hebat kawan. Namun sayang, saat itu aku sedang tidak enak badan, dengan buru-buru kamu mengatakan tidak apa-apa dan tidak perlu. Aneh....

Keempat, suatu malam yang dingin, smsmu masuk, tak ada angin, lama jua tak ada kabar darimu, tiba-tiba kau bercerita tentang kesulitan ekonomi. Kamu tidak memiliki uang yang cukup untuk membayar suatu biaya, dan anehnya kau sebutkan nominal dari biaya tersebut, seakan-akan memintaku untuk menyumbang sebagian dari biaya tersebut. Kemudian kau bilang, tak apa kalau tidak bisa membantu. Waw, aneh sekali,dan aku masih belum menyadari penipuan berkedok perasaan ini.

Kelima, kau suka membawa nama-nama orang penting yang suka nangkring di Koran sebagai kerabat atau kolegamu, seolah-olah ingin menarik perhatianku bahwa kau adalah orang yang cukup mengesankan dan bisa di jadikan bahan pameran kalau-kalau bertemu teman atau keluargaku. Bahkan kau selalu membiarkan berkomunikasi dengan saudaramu yang biasa keluar negeri untuk sekedar jalan-jalan. Munafiknya dirimu.

Keenam, tak ada angin, tak ada denting apapun. Di saat hari paling penting, paling berharga untukku. Ntah sengaja atau tidak, kau memberi kabar pernikahanmu, dan mengatakan hal-hal yang tidak penting. Seakan-akan semua kata-katamu padaku sejauh ini tak pernah kau berikan. Kau pikir aku ada untuk siapa, kau kira sejauh ini ku datang untuk siapa. Dan kau sengaja memberitahuku untuk menghancurkan hariku saat itu, tapi kau memang payah, aku bukan batu yang bisa kau hancurkan dengan palu, tapi aku adalah pohon yang memiliki akar yang kuat dan telah menjalar kemana-mana.

Ketujuh, tepat 2 minggu sebelum pernikahanmu, kau datang kerumahku dan meminjam sejumlah uang, dengan alasan kau kehabisan uang dijalan sambil memperlihatkan isi dompetmu. Kemudian dengan pongahnya kau berkata kau dari rumah calon istrimu. Sialan, kau coba sakiti ku tuk sekian ribu kalinya. Berandal tua. Kemudian kau malah menawarkan bantuan untukku yang saat itu kebingungan mencari salah satu pelengkap acara ultah keponakanku.

Kedelapan, aku sedang kesal. Suasana hatiku kacau, aku benar-benar mepet tak punya uang untuk mengirimkan barang salah satu tetanggamu. Kemudian kau menelpon, saat itu kacau dan dengan berat aku minta dengan sangat pertolonganmu, dengan enteng kau bilang, tidak bisa. Aghhh, rasanya, kalau saja handphoneku itu tidak mahal, ingin saja rasanya melemparnya kecermin tepat didepan kasurku. 

Kesembilan, setiap kau menelpon, kau selalu bilang, "aku sayang kamu", "aku kangen kamu", kemudian, plashhhhhhhh, hilang. Saat aku minta kamu untuk menjemput aku dari sebuah lokasi yang berjarak 2 jam dari tempatmu, kau hanya bilang, jauh ah, malas.

Kesepuluh, kau hanya berani bilang sayang, cinta dan kangen lewat sebuah sms atau kadang-kadang lewat telepon. Kemudian, saat bertemu untuk menatap mataku saja kau tidak berani, harusnya dari awal aku sudah tahu kebohonganmu, kepalsuanmu serta tipuan jadulmu.

Semua yang terjadi dan yang lainnya yang tak mampu kuurai lagi dalam ingatan dan benakku seharusnya sudah cukup untuk membuatku melupakan dan membencimu. Teganya kau permainkan hatiku dan semuanya, kau perdaya di sekitar kita hanya untuk memenuhi kepentingan ambisimu. Mungkin kau sedang taruhan pada teman-temanmu, yang mengenalku sebagai hati baja. Harusnya kau tahu, aku kasihan padamu hingga tak mampu menolak mentah-mentah dirimu, yang selama ini suka kulakukan pada kaummu.

Satu hal hey ladies yang harus kalian ingat, kalau seorang pria suka mengulang kata atau kalimat tidak, enggak, gak mungkin, maka waspada pada lampu kuning tanda peringatan bahaya. Bahwa tak selamanya mulut dan rayuannya adalah benar, kita kira jujur, padahal palsu.

Tak ada yang kuingin lagi darimu, setidaknya aku tahu kamu brengsek, kamu, brengsek, dan ya, kamu brengsek.

Contoh Cerpen Cinta 3:

Penyesalanku

Karya: Auzabilla
Aku ingin bertemu denganmu sekali saja. Kamu tau, mungkin mulutku mengingkari namun sebenarnya aku benar-benar rindu padamu. Dan percakapan kita via telepon waktu itu semakin menguatkan rasaku.

Ah...aku benar-benar jadi pecundang kali ini, di depanmu aku tak pernah mengakui rasaku. Mungkin egoku terlalu tinggi atau engkau yang tak pernah peka??? Seharusnya engkau tau dari seringnya kita bertukar cerita yang tidak penting, sekedar berbicara tentang kebiaasaan kita yang tak pernah berubah. Atau mungkin kau memang memancing agar aku sedikit menurunkan gengsiku? Kamu bahkan tau dari dulu aku tak pernah mau diatur.

"Masih bolehkah kupanggil engkau bunda....?"

Hmm....panggilan itu rasanya malah mengiris hatiku. Entahlah aku merasa jadi orang paling berdosa karena dulu pernah meninggalkanmu. Waktu itu aku benar-benar tidak siap menjadi pendampingmu, padahal kita bukan kanak-kanak namun mengapa aku takut jadi dewasa.

"Aku hanya ingin minta maaf"

"Maaf untuk apa bunda?" 

Maaf karena pernah membuat luka di hatimu, namun kalimat ini tak pernah keluar dari mulutku. Keberanianku belum terkumpul, mungkin nanti saja saat kita bertemu lagi pikirku.

"Apa kau mau mengakui sesuatu Bun...?

"Buat apa mengaku ,karena memang tak ada hal yang perlu diakui"

Tidak...batinku menjerit mengutuk keangkuhanku. Perlahan mataku menganak sungai, aku hanya takut akan melukaimu lagi...takut kalau ini hanya pelarian sementaraku. Namun semakin lama aku sadar engkaulah pencarianku.

Hari ini kubulatkan langkah untuk segera menemuimu. Kupakai baju pemberianmu dulu. Nanti engkau akan menemuiku di tempat pertama kita bertemu. Saat itu akan kukatakan semuanya tentang kerinduanku, pencarianku, dan semua itu ternyata kamu.

Benar kata orang menunggu adalah hal yang sangat menyebalkan. Berkali kali kutengok jam namun engkau tak jua datang, ternyata kamu tetap sama tak pernah tepat waktu padahal kamu tau aku benci itu. Dulu sempat aku marah besar padamu karena kamu datang 2 jam dari waktu yang dijanjikan, dan kamu dengan entengnya menjawab kalau harus mengantar temanmu. Aku merasa diabaikan, mungkin aku terlalu egois, tapi bagiku janji harus ditepati.

Dan saat lelahku menghampiri, kulihat engkau memasuki area parkir. Segera saja aku mendekatimu.

"Kamu masih cantik seperti dulu Bun..."

"Dan kamu tetap sama seperti dulu, tukang ngerayu..."

"Apa kabarmu bun, apa pencarianmu sudah berujung"

Deg...itu kamu jeritku dalam hati, namun hanya kutanggapi dengan senyuman. Lalu mengajakmu menyisir sepanjang taman kenangan kita.

"Andai dia aku bun, tentulah sangat bahagia"

"Tapi sayangnya bukan" godaku dengan senyum nakal.

"Kenapa bun..."

"Karena jarak kita berjauhan" kujawab sekenanya saja.

"Kau tau bun, selepas kepergianmu aku terpuruk. Entahlah kata-katamu dulu membiusku hingga aku iyakan saja pintamu, bahkan masih kusimpan pesan singkat darimu sebelum kau benar-benar hilang ditelan bumi beberapa tahun ini"

Ijinkan aku mengakhiri hubungan yang semu dan penuh dosa ini, sementara biarlah kuisi hatiku dengan cinta yang lebih kekal yaitu cinta Illahi...dan bila Alloh berkehendak maka kau akan datang padaku dan menjadikan aku pengantinmu dalam ikatan suci. Bukankah ini akan lebih indah...?

"Seorang wanita dinikahi karena empat hal, dan salah satunya karena agamanya. Aku memilihmu karena itu bun...kau tau pesanmu mengisyaratkan engkaulah bidadari syurga itu..."

Aku menerawang jauh ke masa lalu, dalam kebimbangan kukirim pesan singkat itu padamu. Setelah itu kubuang semua nomor hpku agar tak ada akses lagi bagimu. Aku tertunduk membisu. Petir yang datang serasa menyentak kalbuku. Perlahan langit menangis. Ah...terlalu tinggi sebutan itu bagiku, aku hanya perempuan biasa yang bimbang hatinya.

Dari jauh kulihat seorang perempuan berjalan kearah kita.

"Itu tunanganku bun...aku tak pernah mencintainya tapi dia begitu mencintaiku, aku katakan padanya aku menemui seorang yang mengajariku arti kehidupan. belum terlambat bun...Kami belum menikah"

Tiba-tiba hujan menjadi deras, wanita itu berlari ke peneduh ditengah taman. Kamu berusaha menarikku ke sana juga namun aku menolak. Kau tau? Sebenarnya di dalam hujan bisa kusembunyikan air mata. Betapa aku mencintai hujan saat ini.

"Ayo bun...katakan iya dan akan katakan padanya kalau cahayaku akan bersinar denganmu...pliiiis"

Senyumku mengembang, namun mataku tetap basah

"Semoga kamu bahagia ya... Aku tau rasanya menderita karena cinta dan aku tak mau wanita itu meratapi nasibnya, katakan padanya gurumu ini tak bisa menemuinya karena banyak murid yang harus diajar". candaku mungkin hambar kamu rasa, begitupun aku sakit merasakannya.

Kubalikkan badan menjauhimu dan hidupmu. Biarlah hujan ini menghanyutkan kerinduanku padamu.

Hujan telah reda, kulihat pelangi menggeliat manja. Namun hatiku tetap gerimis....

3. Contoh Cerpen Singkat Tentang Persahabatan

contoh cerpen persahabatan

Contoh cerpen singkat berikutnya adalah cerpen yang bercerita tentang tema persahabatan. Sebuah tema yang banyak digandrungi oleh kalangan muda, khususnya remaja-remaja SMA. Para penulis cerpen sering mengangkat tema ini di dalam cerpen yang mereka buat. Cerita tentang persahabatan memang selalu menarik untuk dibaca. Terkadang, muncul perasaan campur aduk di dalam kisahnya, ada gembira, sedih, bahagia, kecewa, dan lain-lain. Berikut ini adalah contoh cerpen singkat tentang persahabatan.

Contoh Cerpen Persahabatan 1:

Value of Friend 

Karya: Mutya Zulmi

"Apa yang kau ketahui tentang persahabatan?"

Pertanyaan yang membuat para kelima sahabatnya tercengang dengan pertanyaan yang dilontarkan oleh Kiran pada kelima sahabatnya. entah apa yang ia pertanyakan untuk sahabatnya itu. Sebegitu pentingkah jawabannya untuknya? hingga ia, menanyakan hal itu dengan amat serius. Pandangan, wajah dan mata kiran yang ingin sekali kelima sahabatnya menjawab pertanyannya. Ada makna, tertentu dari sebuah pertanyaannya.

"Apa yang membuatmu tiba tiba membuat pertanyaan itu kiran?" Tanya salah seorang sahabatnya.

Gadis itu hanya tersenyum menatap kelima sahabatnya, entah apa kini yang akan ia lontarkan kembali setelah mengatakan itu tadi? 

"Kau tahu mengapa aku menanyakan hal itu pada kalian? Hingga aku pun sangat menginginkan jawaban itu dari kalian semua?" senyumnya.

Kelima sahabatnya hanya mengangguk dengan seksama dan menunggu jawaban gadis itu.

"Aku hanya ingin tahu, apa yang akan kalian pikirkan tentang sebuah persahabatan. aku hanya ingin tahu sejauh mana kalian menghargai sebuah rasa persahabatan. aku hanya ingin tahu sepenting apakah sahabat yang berada di samping kalian saat ini, akankah kalian masih menyisihkan waktu kalian untuk sahabat kalian meski kalian tahu, kalian sangat sibuk dengan dunia kalian saat ini?" Lagi lagi gadis itu melontarkan rasa kecewanya dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang mungkin membuat kelima sahabatnya itu berpikir kesekian kalinya.

Sahabatnya tetap dalam rasa kebingungannya, gadis itu hanya menyimpan rasa kecewanya dengan sebuah senyuman dan beberapa pertanyaan yang membuat kelima sahabatnya buta akan pertanyaan itu. entah apa, yang akan dikatakan oleh kelima sahabatnya itu.

Gadis itu kemudian berdiri, beranjak dari tempat duduk dan menghindari kelima sahabatnya dengan perasaan kecewa tertutup senyumnya yang manis, gadis itu hanya mampu terdiam dan hanya meninggalkan senyumnya untuk kelima sahabatnya.

Rasa kecewa yang masih menyelimuti dirinya membuatnya menjadi pemilih saat itu, ia mengalahkan egonya meluangkan segala waktunya berusaha memprioritaskan temannya dibanding dirinya, tapi apa yang dilakukan sahabatnya? Mereka malah tak mengerti. Meluangkan waktu saja sulit, gadis itu bisa saja bersikap tega dengan meninggalkan kelima sahabatnya pergi dengan mengatakan “aku kecewa atas ini semua, kalian tak mengerti jelas bagaimana arti persahabatan di kehidupan kalian”

Kiran bisa saja, mengatakan segala yang menjadi rasa kecewanya saat itu. hanya saja, ia tak ingin menyakiti perasaan kelima sahabatnya dengan melontarkan rasa kecewa dalam dirinya.

Langkah itu terhenti saat ia mengingat sesuatu, mengingat saat kenangan dulu menyelimutinya. kenangan bersama sahabatnya. Jelas kenangan itu bukan membuat dirinya terobati malah semakin terluka. jelas saja, kenangan itu menjelaskan bahwa hanya waktu yang berdekatan saja yang hanya mampu mendekatkan dirinya dengan sahabat sahabatnya.

Tetapi, ketika waktu menjauhkan situasi maka kedekatan dan kebersamaan mereka hilang dan terlupakan. Bahkan, tak sama sekali dari mereka berusaha untuk bertemu dan menyapa. kesibukkan dunia yang dimiliki mereka, membuat mereka tak punya hati akan hal ini. Kiran, menahan segala rasa kecewa dengan senyuman yang ia miliki..

"Kiran?" Panggil salah seorang sahabatnya, membuat ia sadar dari lamunan yang sejak tadi ia lamunkan. Kiran, tersenyum dan menghampiri kelima sahabatnya dan duduk kembali pada bangku yang tadi ia sempat tinggalkan.

"Ada apa? bagimana pertanyaanku, adakah yang ingin menjawabnya" senyumnya hampir saja pudar, tetapi ia berusaha untuk tetap tersenyum meski rasa kecewa terus menyelimutinya.

"Kami, tidak tahu apa yang akan kami katakan padamu kiran. pertanyaanmu pun kami tak mengerti bagaimana menjawabnya kami berfikir, apa yang kamu pertanyakan ini tidak seperti biasanya. entah ada apa denganmu dengan mengajukan beberapa pertanyaan seperti ini kiran. entah ada rasa apa dalam perasaan dan hatimu kami pun tak dapat mengartikannya"

"Kiran, aku hanya berfikir bahwa kamu memang sedang diselimuti rasa kecewa yang berlebih saat ini hingga kau mengajukan pertanyaan itu pada kami semua. tapi percayalah kiran, jika saat ini memang kau terluka atau pun kecewa karena kami maka katakan...."

"Ingin sekali aku mengatakannya, tapi sayang sekali aku tak bisa melukai hati kalian pun dengan rasa kecewa dan ucapanku nanti. Biarkan aku saja yang mempunyai rasa kecewa ini" ucap batinnya.

Kiran hanya tersenyum menanggapinya, luka itu kini semakin dalam dengan apa yang mereka katakan tadi. sudah disimpulkan bahwa mereka tidak tau apa artinya persahabatan dalam diri mereka. Aku baru mengerti bahwa persahabatan ini hanya persahabatan dalam jarak dekat. ketika jarak memisahkan mereka, maka mereka akan lupa dengan hal ini. kesibukkan mereka membutakkan segalanya, hingga mereka tak bisa menghargai persabahatan yang terjalin 3 tahun lamanya.

Gadis itu semakin mengerti, bahwa hanya orang tertentu yang bisa menghargai arti persahabatan dengan sangat baik.

Kiran kembali beranjak dari tempat duduknya,

Sebelum ia pergi dan meninggalkan mereka berlima. Kiran mengatakan sesuatu, mengatakan sebuah kalimat yang membuat sahabatnya baru mengerti. bahwa rasa sakit dan kecewanya adalah sebuah rasa luka yang mereka buat sendiri hingga mereka tak menyadarinya sejak lama. Hingga akhirnya mereka pun mengerti bahwa pertanyaan yang diajukan oleh kiran, ternyata adalah sebuah ungkapan kalimat kekecewan yang ia ubah menjadi sebuah pertanyaan, hingga mengharuskan kami menjawabnya.

"Aku hanya ingin katakan, jika ada seseorang yang hadir dalam hidup kalian dan mengutamakan kalian dalam hidupnya maka kalian harus mengerti, bahwa kehadiran seseorang itu adalah seseorang yang akan selalu ada ketika kalian membutuhkan tempat untuk berbagi rasa yang kalian punya. apapun itu, hargai ia yang selalu mengutamakan kalian dibanding hidupnya. karena kalian tak pernah tau bagaimana ia berusaha semampu mungkin untuk meluangkan waktunya untuk kalian, lalu membuat kalian merasa bahagia. Dan jika ia melakukan itu maka kalian adalah bagian dari orang orang yang paling sangat berharga untuknya."

Senyumnya mengakhiri kehadiran gadis itu, ia beranjak dari tempat duduknya dan melangkahkan kakinya untuk pergi.

Perasaan semakin terluka dan perasaan semakin kecewa ia bawa pergi bersamanya, tak ada lagi pandangan yang ia tunjukan pada sahabat sahabatnya. Meski ia harus pergi membawa rasa kecewa yang amat kecewa ia biarkan rasa itu terus terjadi, padanya.

Gadis itu, semakin mengerti bahwa arti dari sebuah persahabatan hanyalah akan dimengerti oleh mereka yang sama sama akan berjuang meski, ia tau jarak akan memisahkannya sejauh mungkin.

"Tuhan, kini aku mengerti apa arti sebuah persahabatan sebenarnya dan terimakasih telah menunjukan segala hal itu padaku. Terimakasih atas rasa kecewa ini, aku semakin mengerti bagaimana rasa kecewa terjadi pada orang orang yang tulus"

Senyuman itu semakin memudar dan air mata kini menggantikannya,” tenanglah senyuman aku tau kau lelah maka biarkan aku yang menggantikanmu. kini kau bisa tumpahkan segalanya yang kau mau"

Terkadang orang yang kita anggap dekat dengan kita adalah orang yang paling jauh dengan kita. Dan, orang yang paling jauh dengan kita adalah yang paling dekat dengan kita.

Contoh Cerpen Persahabatan 2:

Buah Kekompakan

Karya: Eko Juniharto

Kami bertiga sudah berteman sejak SMP, kini kami duduk dibangkusekolah SMA yang sama. Pertemanan kami terjalin dengan akrab, darimulaibelajar, bermain, bermusik dan sebagainya kami lewati bersama tanpa ada rasa kemunafikan satusama lain. Latar belakang kehidupan kami memang berbeda-beda. Aku Winki, seorang yang simple, tidak banya komong, tegas, bertanggungjawab, dan pandai bermain drum. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana.

Temanku Dias, seorang yang percaya diri, mudah bergaul, tampan, dan pandai bermain bass. Dia terlahir dari keluarga mampu dan berkecukupan. Sedangkan temanku yang satunya Nuno, seorang yang percaya diri, kocak, setia, dan pandai bermain gitar.Dia terlahir dari keluarga yang sederhana. Selama ini kami bermain music bersama dan kami membentuk band dengan aliran pop-rock. Kami bercita-cita untuk menjadi band terkenal yang dapat tampil di panggung Internasional.

"Hei Wink, Dias nanti pas pulang sekolah kita latihan band yuk?", ajak Nuno. "Oh boleh No!", jawab Dias. "Eh tapi nanti sepertinya aku tidak bisa deh, aku mau nganter Ibuku arisan", kata Winki. "Yaelah Wink, masih aja nganter, emang Ibu kamu tidak bisa sendiri?", tanya Nuno. "Ehmm, iya deh aku ikut, tapi habis aku nganter Ibuku ya", ujar Winki. "Ya, up to you deh, pokoknya nanti datang ya...", kata Dias. 

"Oh ya, aku dengar ada anak baru tuh di kelas 2 IPA B, katanya pindahan dari Bandung terus dia jago main keyboard...", kata Nuno. "Siapa namanya?", tanya Winki. "Ya aku tidak tahu, kan belum kenalan hehe...", jawab Nuno dengan tersenyum. "Aha !, kayanya aku punya ide nih...", ujar Winki. "Apaan idenya?" tanya Dias dan Nuno serentak. "Bagaimana kalau dia kita rekrut untuk nambah personil band kita? Siapa tahu dia mau...",ujar Winki. "Ya itu sih bias diatur kalau kita sudah kenal sama dia", kata Nuno. "Yaudah ayo kita ke kelas dia mumpung lagi istirahat nih..!", ajak Dias.

Mereka pun menghampiri anak baru itu di kelasnya. "Itu tuh dia orangnya yas!", kata Nuno sambil menunjuk kearah anak baru itu."Oh itu orangnya, ayo kita samperin...!", seru Winki. "Hei kamu anak baru ya? Nama kamu siapa?", tanya Dias kepada anak baru. "Oh iya , aku Dodi...ada apa?" Tanya Dodi pada Dias. "Dengar-dengar katanya kamu jago main keyboard ya , apa benar?", Tanya Nuno. "Husst, sabar dulu No, langsung nyerobot aja kaya bajai", seru Winki. "Tau nih si Nuno..., eh tidak Dod, kami Cuma mau kenalan aja..., dan dipikir-pikir kalau kamu jago main keyboard...kami mau ngajak kamu gabung di band kami..., kamu mau tidak?", ajak Dias. "Ehmm gimana ya, aku juga di sekolah yang lama ikut band dan karena aku pindah, jadi aku keluar..., kalau begitu aku mau deh...", kata Dodi."Yaudah untuk memulainya, nanti kita kumpul untuk latihan pertama kita...", ujar Dias.

Sewaktu pulang sekolah, mereka berkumpul dan langsung menuju ketempat studio band."Ok semua sudah siap !!!", seru Dias sebagai vokalis dan sekaligus gitaris. "We're ready...", seru semua personil.

Mereka memulai berlatih bersama dan mencoba mencocokkan irama satu sama lain. "Weiss...keren banget, nadanya sudah pas...pokoknya sudah cocok semuanya padahal baru pertama", ujar Winki. "Mungkin kita memang sudah klop dan jodoh...", kata Nuno sambil tersenyum. "Biro kali Jodoh...", seru Dias. "Bagaimana kalau kita ikut ajang pencarian bakat aja atau kita ikut festival, kali-kali kita bias terkenal...", kata Dias. "Iya-iya, yaudah bayar dulu tuh studionya...kan waktunya sudah habis....", suruh Winki. "Tenang aja, kan ada Dias..., ya kan Yas...!", kata Nuno menyindir. "Ahh, kalian semua kalau soal bayar aja Aku..., yaudah dehhh", kata Dias (kesal). "Hahahaha....!",seru yang lain.

Akhirnya mereka mencoba mengikuti perlombaan dan festival di tempat-tempat yang mereka ketahui, tetapi sialnya mereka selalu gagal dan berakhir dengan kekecewaan. Terkadang mereka harus menerima sindiran dari orang lain yang tidak menyukai mereka. "Ahhh...gimana nih, kita sudah mendaftar kemana-mana tapi tidak pernah berhasil,..gagalmaning, gagalmaning...!",keluh Nuno. "Sing sabar toh le...iki kudu penuh perjuangan, kalau kepingin berhasil...(nada Jawa)", kata Winki. "Lah-lah, kenapa kamu jadi berlogat Jawa begitu Wink...?",Tanya Dodi (heran). "Lah iyaya, kenapa gini, kamusih No...",seru Winki meledek. "Mungkin suatu saat nanti kalau kita terus mencoba, kita pasti bisa...", kata Dias. Tiba-tiba Nuno menyetel music saat Dias berkata (lagu : Sheila on 7, "Pasti Ku Bisa").

"Loh-loh kenapa jadi muncul lagu begini...?", tanya Dias (heran). "Tuh si Nuno...", kata Dodi. "Wuuuhh dasar, becanda aja...!", seru yang lain sambil tertawa. Mereka pun tertawa untuk mencairkan suasana sambil merencanakan strategi dan mencari peluang untuk mengikuti perlombaan lagi. Pada akhirnya sampai mereka menemukan kompetisi musik yang bertema "MUSIC FEST", dan mereka mencoba peruntungan di sana. Mereka mendaftar dan mengikuti seleksi awal dan mereka lolos. Hingga pada saat mereka sampai pada babak semifinal "MUSIC FEST". "Alhamdulillah...kita sudah sampai di babak semifinal, semoga kita dapat menampilkan yang terbaik nanti...", ujar Dodi. "Iya, pokoknya kita pasti bisa...ready, woiiii", seru mereka semua serentak membangkitkan semangat sambil menyatukan tangan.

Mereka pun tampil dan menampilkan yang terbaik, juri pun akhirnya memilih mereka yang lolos ke Grand Final "MUSIC FEST". setelah mereka berhasil lolos kebabak Grand Final, mereka di beri waktu untuk istirahat dan untuk mempersiapkan karya mereka nantinya. Tiba-tiba diselang waktu itu, salah satu dari personil mereka sakit, yaitu Dodi. Dodi terkena penyakit tipus dan tidak dapat berlatih untuk beberapa hari ini apalagi tampil maksimal di Grand Final "MUSIC FEST", karena harus beristirahat yang cukup. "Wah gimana nih, kita tidak bisa tampil tanpa personil yang lengkap...", kata Dias dengan panik. "Iya gimana nih...", kata Winki yang semula tegas, tiba-tiba ikut-ikut panik memikirkannya. "Yas udah kalau begitu adanya..., kita harus tetap semangat dan tetap dapat menampilkan yang terbaik di Grand Final, meskipun tanpa personil yang lengkap... kita harus berjuang untuk Dodi, agar kita tidak mengecewakannya...", kata Nuno yang biasanya becanda, tiba-tiba mendadak bijak.

Akhirnya mereka tampil di Grand Final "MUSIC FEST", ternyata mereka berhasil memenangkan perlombaan itu dan berhak mendapatkan hadiah 100 juta rupiah, dan yang paling penting, band mereka dapat tampil di pembukaan konser musik pop-rock di Jepang. Setelah kejuaraan itu, Dodi pun sembuh dan dapat bergabung dengan yang lainnya. Mereka akhirnya bisa tampil pada pembukaan konser musik di Jepang dengan personil yang lengkap dan band mereka pun terkenal di seluruh Indonesia.

Contoh Cerpen Persahabatan 3:

Senang dan Duka

Karya Chairul Hakimi 

Nama aku adalah Dafi. aku adalah seorang anak kilang minyak yang kaya raya. hidup ku mewah. apa pun yang ku mau pasti dapat. tapi kalo masalah teman atau sahabat aku gak dapat. karena apa. aku tidak punya teman atau sahabat di sisiku. karena aku orang nya pendiam. jutek.

Waktu itu aku sekolah di sebuah SMK swasta. waktu MOS aku dapat teman tapi cuman sementara karena aku pendiam. susah untuk bergaul. 2 jam setelah MOS aku pun mendapat kelas baru bersama anak-anak lain nya. waktu itu ada orang mendekati aku. nama nya Alif. dia anak kurang mampu tapi dia banyak sahabat waktu MOS. dia mendekati aku karena dia kasihan sama aku. karena aku tidak punya teman. dia mendekati aku dengan memberikan aku makanan. aku pun awal nya sombong tapi karena dia memaksa akhirnya aku pun mau menerima makanan dari nya. aku pun mulai berteman dengan nya.

Keesokan nya aku diajak kerumah nya. dia anak yatim. ayah nya meninggal karena sakit stroke. mau bawa kerumah sakit itu pun dia gak punya uang buat ke rumah sakit. akhirnya ayah nya dirawat dirumah. seminggu kemudian penyakit ayah nya kambuh lagi dan penyakit nya makin parah. akhirnya ayah Alif dipanggil oleh yang maha kuasa. Alif pun tak percaya ayah nya pergi untuk selamanya. 

Seminggu setelah ayah nya meninggal. dia pun menggantikan posisi ayah nya sebagai kepala keluarga dan tulang punggung bagi keluarga nya. dia punya adik perempuan nama nya aisyah. dia kelas 2 SD. Aisyah pun membantu ibu nya untuk berjualan gorengan. itu pun kadang laris manis kadang tidak. si Alif sesudah pulang sekolah dia pun pergi ke sebuah pasar untuk mencari nafkah buat dia dan keluarga nya dirumah. sehari-hari dia jadi kuli panggul. aku pun menangis melihat kondisi rumah nya yang plafon nya sudah bolong. cat dinding rumah sudah kusam. pekerjaan ibu nya adalah jadi tukang cuci. setiap hari dia mendapat kan order pakaian dari tetangga nya. dalam sehari penghasilan cuci pakaian dari ibu nya hanya tak seberapa hanya 10 ribu sampai 40 ribu rupiah. kadang itu bisa buat untuk makan saja. Alif pun tidak pernah meminta apa-apa dari ibu nya. untuk uang sekolah, saku, dll Alif bisa mendapat kan uang nya hasil dari kuli panggul nya di pasar.

Sebenar nya aku mau membantu nya tetapi dia menolak dengan halus. alasan nya karena segan saja sama aku.. hari minggu aku pun kerumah nya untuk membantu nya bekerja dipasar. awal nya dia menolak untuk bekerja dengan nya. namun aku ngotot untuk bekerja dengan nya. akhir nya dia pun menerima juga. dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore aku menolong nya. awal nya berat mengangkat beban yang ku bawa karena mengikuti sebagai kuli panggul. tapi ku coba untuk bisa. akhirnya aku bisa mengangkat barang-barang punya pelanggan Alif. akhirnya kami berdua mendapat kan uang 60 ribu rupiah. dia memberiku uang tapi aku tolak "Fi ini untuk mu karena kamu udah nolong aku" aku pun menjawab "gak usah lah kan itu kan untuk mu. aku udah ada uang ku sendiri. itu untuk mu aja kan kamu butuh uang buat sekolah" akhir nya dia menyimpan uang nya dalam saku.

Jam 5.30 sore kami beruda pulang kerumah Alif. uang tersebut di berikan untuk ibu nya untuk beli beras dan lauk pauk. dihari senin pagi aku pun berangkat ke sekolah. aku menjemput nya dirumah dengan membawa mobil. "Lif ayo lah naik ke mobil aku kita pergi sama-sama" kata Alif  "gak usah lah aku jalan kaki saja" aku pun berkata "ehhh nanti kesiangan loh udah jam 7 pas ini." "ya udah deh aku ikut sama kamu" kata Alif "dah gitu dong kita pergi pulang sama-sama karena sekarang aku punya teman special kayak kamu. tegar baik. 

Akhirnya kami sampai disekolah dan pelajaran pun dimuali oleh guru.jam istirahat aku pun mengajak dia ke kantin. "lif ke kantin yuk laper nih" alif pun pergi ke perpustakaan "gak ah fi aku ke perpus aja aku mau baca. ohh ya udah deh aku belikan kamu makanan ya. aku pun membelikan makanan minuman untuk ku dan alif. aku pun menemui nya dan mengajak nya ke taman buat makan sambil membaca. "lif dimakan lah makanan nya ntar gak enak loh" alif pun berkata "lanjut lah fi aku gak laper kok" "ehh nanti sakit loh" aku pun memaksa nya karena perut alif bunyi "haa perut kamu bunyi tuh berarti paler tuh dah ambil aja gak apa-apa kok. kamu mau apa ku kasih" akhirnya alif pun mengambil makanan dari ku.

Selang waktu istirahat bel masuk pun bunyi. "ehh masuk yuk nanti pulanng nya sama aku ya lif" kata alif "iya fi aku pulang sama kamu" selang 4 jam berlalu bel pulang pun berbunyi aku menunggu nya di parkiran. "lif ayo pulang" lalu alif mau menurut permintaan aku. aku pun mengajak nya ke suatu tempat yang tidak pernah bisa dilupakan. "lohh nih kmana nih fi kok ini bukan jalan pulang?" aku menjawab "udah aku mau ajak kamu ke suatu tempat yang tidak bisa dihapus oleh waktu. aku menagajak nya ke danau yang indah. kami berdua keluar dari mobil dan duduk di depan mobil sambil membawa sisa makanan yang dibeli dari sekolah. "lif semenjak aku kenalan sama kamu hidup sekarang udah gak kelam lagi. karena aku punya sahabat seperti mu menerima aku apa ada nya. yaa aku dibilang jutek, sombong, nyebelin tapi kamu mau jadi sahabat aku. aku kemarin kerumah kamu dan aku bisa merasakan bagaimana susah nya cari uang, makan, buat biaya sekolah kamu."

Aku menangis dihadapan nya alif pun menghapus air mata di pipi ku. "udah lah fi itu kan udah nasib aku jadi anak yatim. cari uang buat ibu aku dan adik aku, buat sekolah aku. yang jelas aku menggangap mu sahabat bahkan saudara ku sendiri. aku pun melukai jari ku dan jari nya. darah nya dan darah ku menyatu dalam satu jari sebagai sahabat dan saudara. kami pun menangis bahagia seakan-akan ini sebuah mukjizat. kami pun peluk hangat karena bahagia menjadi sahabat 

Susah senang kami jalani bersama sama
Demikianlah uraian tentang Contoh Cerpen Singkat. Bagikan uraian ini kepada mereka yang membutuhkan. Terima kasih, semoga bermanfaat.
2019+ Contoh Cerpen Singkat (Cinta, Lucu, Sahabat, Pendidikan) Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Author Ilmusiana

0 komentar:

Post a Comment