Learn Science With Ilmusiana

2020+ Huruf Ikhfa (اِخْفَاء): Arti, Hukum, Bacaan, Contoh

Dalam ilmu tajwid Al Qur'an, terdapat sejumlah huruf yang dikenal dengan nama huruf ikhfa (اِخْفَاء). Ikhfa sendiri merupakan salah satu dari empat hukum bacaan yang berlaku pada nun mati/tanwin. Jadi, ketika salah satu dari huruf ikhfa bertemu dengan nun mati/tanwin, maka nun mati/tanwin tersebut dibaca/dibunyikan secara ikhfa (اِخْفَاء).

Ikhfa (اِخْفَاء)

Huruf Ikhfa (اِخْفَاء): Arti, Hukum, Bacaan, Contoh
Bagi orang yang belum terbiasa dengan ilmu tajwid, mungkin akan bertanya apa sih huruf ikhfa (اِخْفَاء) itu? Apa saja contoh huruf ikhfa? Dan, bagaimana cara penggunaannya dalam ilmu tajwid? Huruf ikhfa menjadi satu di antara sekian hukum tajwid yang paling banyak di cari oleh netizen Indonesia. Sepertinya, mereka penasaran dengan arti, jenis, dan contoh dari huruf ikhfa.

Berdasarkan penelitian kami, warganet Indonesia mengetikkan kata kunci "pengertian ikhfa", "huruf ikhfa", "contoh bacaan ikhfa", "hukum bacaan ikhfa", dan semua hal yang berkaitan dengan ikhfa (اِخْفَاء) di kolom pencarian google. Kami menyimpulkan bahwa netizen Indonesia saat ini sedang membutuhkan informasi tentang ikhfa.

Oleh karena itulah, pada kesempatan kali ini kami akan mengulas secara khusus materi tentang huruf ikhfa. Kami usahakan membahasnya secara lengkap dan tuntas, sebab pembahasan tentang ikhfa memang lumayan panjang. Materi ini juga akan menguraikan jenis pembagian huruf ikhfa dan contohnya.

Yuk, berikut ini pembahasannya...

Huruf Ikhfa (اِخْفَاء)

Teknik penyajian materi tentang huruf ikhfa (اِخْفَاء) kali ini, akan diawali dengan menguraikan pengertian atau definisi dari huruf ikhfa. Setelah itu, akan kami lanjutkan dengan uraian tentang jenis-jenis ikhfa dalam ilmu tajwid. Kemudian, kami berikan contoh huruf-huruf ikhfa, termasuk contohnya di dalam surat Al Qur'an. Baiklah, mari kita mulai saja materinya.

Pengertian Huruf Ikhfa (اِخْفَاء)

Huruf ikhfa adalah 15 huruf Al Qur'an yang terdiri dari (ta), ط (tha), د (dal), ف (fa), ق (qaf), ك (kaf), ص (shad), ض (dhad), ذ (dzal), ث (tsa), ج (jim), ش (syin), س (sin), ز (za), atau  ظ (dza). Ketika salah satu dari huruf ini bertemu dengan nun mati/tanwin, maka berlaku hukum ikhfa. Di dalam hukum ikhfa disebut bahwa ketika nun mati/tanwin bertemu dengan huruf ikhfa, maka nun mati/tanwin tersebut dibaca secara ikhfa. 

Apa sih yang dimaksud dengan dibaca secara ikhfa itu? Secara etimologi (bahasa), ikhfa diartikan sebagai menyamarkan atau menutupi. Sementara itu, secara terminologi (istilah) ikhfa adalah menyamarkan bunyi nun mati/tanwin karena timbul suara dengung saat bertemu dengan salah satu huruf ikhfa. 

Olehnya itu, faktor kunci untuk menguasai hukum ini adalah kita harus menghafalkan 15 huruf ikhfa tersebut. Sebisa mungkin kita harus mengenali pertemuan huruf-huruf ini dengan nun mati/tanwin di dalam Al Qur'an. Ketika mendapati pertemuannya, maka segera berlakukan hukum pembacaan ikhfa.

Hukum Bacaan Huruf Ikhfa

Hukum bacaan ikhfa secara khusus mengatur cara pembacaan nun mati/tanwin saat bertemu dengan huruf ikhfa. Hukum ikhfa sendiri menjadi satu di antara 4 hukum bacaan nun mati/tanwin dalam ilmu tajwid, 3 hukum lainnya ialah idhar, idgham, dan iqlab. Dari paparan di atas, telah kita ketahui bersama bahwa huruf ikhfa itu ada 15. Hukum yang mengatur ke-15 huruf tersebut saat bertemu dengan nun mati/tanwin disebut hukum ikhfa.

Hukum bacaan ikhfa secara spesifik terbagi menjadi tiga, yaitu ikhfa kubra (aqrab), ikhfa sugra (ab'ad), dan ikhfa wusta (ausat). Berikut ini penjelasan dari masing-masing pembagian hukum ikhfa tersebut:

1. Ikhfa Kubra (Aqrab)

Apa yang dimaksud dengan ikhfa kubra? Ikhfa kubra adalah hukum yang mengatur pertemuan antara nun mati/tanwin dan huruf ikhfa yang makhraj-nya berdekatan dengan makhraj huruf nun. Huruf ikhfa tersebut adalah ت, د, ط. Apabila huruf-huruf tersebut bertemu dengan huruf nun mati/tanwin, maka berlaku hukum ikhfa kubra (aqrab).

Hukum ikhfa kubra menjelaskan bahwa ketika huruf ت, د, ط bertemu dengan nun mati/tanwin, maka nun mati/tanwin dibaca berdengung mendekati bunyi "n" lalu ditahan dua ketukan. Dengung "n" berada di atas huruf yang akan kita baca (ت, د, ط). Jadi, sesaat setelah membaca nun, maka segera ancang-ancang membaca ketiga huruf yang dimaksud.

1.1. Contoh Ikhfa Kubra (Aqrab)

Berikut ini adalah contoh ikhfa kubra (aqrab) dengan huruf nun mati (sukun) dan tanwin:

Nun mati bertemu dengan ت, د, ط

Huruf Ikhfa Kubra (Aqrab) Contoh Kalimat
نْ bertemu dengan ت مِنْ تَحْتِهَا
نْ bertemu dengan د مِنْ دُونِ
نْ bertemu dengan ط مِنْ طِينٍ

Tanwin bertemu dengan ت, د, ط

Huruf Ikhfa Kubra (Aqrab) Contoh Kalimat
---ٍ-- bertemu dengan ت مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى
----ٌ- bertemu dengan د دَکًّا دَکًّا
 ----ٌ- bertemu dengan ط صَعِيدًا طَيِّبًا

2. Ikhfa Sugra (Ab'ad)

Hukum ikhfa jenis kedua adalah ikhfa sugra (ab'ad), yaitu hukum yang mengatur pertemuan antara nun mati/tanwin dengan huruf ikhfa yang makhraj-nya berjauhan dengan huruf nun. Huruf ikhfa tersebut adalah ق, ك. Apabila huruf ini bertemu dengan huruf nun mati/tanwin, maka berlaku hukum ikhfa sugra (ab'ad). 

Hukum ikhfa sugra menjelaskan bahwa ketika huruf ق, ك bertemu dengan nun mati/tanwin, maka nun mati/tanwin dibaca berdengung pendek mendekati bunyi "ng". Dengung "ng" berada di atas huruf yang akan kita baca (ق, ك). Jadi, sesaat setelah membaca nun, maka segera ancang-ancang membaca huruf selanjutnya.

2.1. Contoh Ikhfa Sugra (Ab'ad)

Berikut ini adalah contoh ikhfa sugra (ab'ad) dengan huruf nun mati (sukun) dan tanwin:

Nun mati bertemu dengan ق, ك

Huruf Ikhfa Sugra (Ab'ad) Contoh Kalimat
نْ bertemu dengan ق مِّن قَبْلِهِ
نْ bertemu dengan ك مِنْ كُلِّ

Tanwin bertemu dengan ق, ك

Huruf Ikhfa Sugra (Ab'ad) Contoh Kalimat
---ٍ-- bertemu dengan ق كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
----ٌ- bertemu dengan ك قَوْلًا كَرِيمًا

3. Ikhfa Wusta (Ausat)

Hukum ikhfa yang ketiga adalah ikhfa wusta, yaitu hukum yang mengatur pertemuan antara nun mati/tanwin dengan huruf ikhfa yang makhraj-nya tidak jauh dan tidak dekat dengan makhraj huruf nun. Terdapat 10 huruf ikhfa yang diatur oleh hukum ini, yaitu ث , ج , ذ , س , ش , ص , ض , ز , ظ , ف. Apabila huruf-huruf ini bertemu dengan nun mati/tanwin, maka berlaku hukum ikhfa wusta.

Dengung huruf nun pada ikhfa wusta (ausat) berada di antara "n-ng", namun khusus pertemuan dengan huruf fa bunyinya mengarah ke "m-f".

3.1. Contoh Ikhfa Wusta

Berikut ini adalah contoh ikhfa wusta (ausat) dengan huruf nun mati (sukun) dan tanwin:

Nun mati bertemu dengan ث , ج , ذ , س , ش , ص , ض , ز , ظ , ف

Huruf Ikhfa Wusta (Ausat) Contoh Kalimat
نْ bertemu dengan ث مَنْ ثَقُلَتْ
نْ bertemu dengan ج مِنْ جُوعٍ
نْ bertemu dengan ذ فَأَنْذَرْتُكُمْ
نْ bertemu dengan س مِنْ سِجِّيلٍ
نْ bertemu dengan ش وَمِنْ شَرِّ
نْ bertemu dengan ص عَنْ صَلاتِهِمْ
نْ bertemu dengan ض مِنْ ضَرِيعٍ
نْ bertemu dengan ز مَنۡ زَکّٰىہَا
نْ bertemu dengan ظ تَنْظُرُونَ
نْ bertemu dengan ف مِّن فَضْلِهِ

Tanwin bertemu dengan ث , ج , ذ , س , ش , ص , ض , ز , ظ , ف

Huruf Ikhfa Wusta (Ausat) Contoh Kalimat
----ٌ- bertemu dengan ث جَمِیۡعًا ثُمَّ
----ٌ- bertemu dengan ج حُبًّا جَمًّا
---ٍ-- bertemu dengan ذ كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ
---ٍ-- bertemu dengan س لَيَالٍ سَوِيًّا
----ٌ- bertemu dengan ش جَبَّارًا شَقِيًّا
----ٌ- bertemu dengan ص صَفًّا صَفًّا
---ٍ-- bertemu dengan ض قُوَّةٍ ضَعْفًا
---ٍ-- bertemu dengan ز يَوْمَئِذٍ زُرْقًا
----ٌ- bertemu dengan ظ تَنْظُرُونَ
ــٌــ bertemu dengan ف وَ کُلٌّ فِیۡ

Untuk lebih jelasnya mengenai cara membaca huruf ikhfa, silahkan saksikan video berikut ini:


Contoh Bacaan Ikhfa Nun Mati (Sukun)

Berikut ini adalah beberapa contoh bacaan ikhfa nun mati beserta penjelasan cara membacanya:
  • (مِنْكُمْ) tidak dibaca "min-kum", tetapi dibaca: "mingkum", karena "nun mati" bersambung dengan huruf "kaaf" maka harus dibaca mendengung.
  • (لِمَنْ شَا ءَ) tidak dibaca "liman-syaaa", tapi dibaca "limannysaa" karena ada nun mati bertemu dengan huruf "syin (ش)"
  • (اَنْ جَا ءَ) tidak dibaca "an-jaaa", tetapi dibaca "anny-jaaa" karena ada nun mati bertemu dengan huruf "jim (جَ)"
  • (مِنْ طِيْنْ) tidak dibaca "min-thiin" tetapi dibaca "minn-thiin" karena ada nun mati bertemu dengan huruf "tho (طَ)"
  • (نَا رًا تَلظَّى) tidak dibaca "naaron-thaladho", tetapi dibaca "naarongtaladho" karena ada tanwin yang bertemu huruf ta.
  • (يَوْ مَئِذٍ زُ رْ قًا) tidak dibaca "yaumaidin-zurqon", tetapi dibaca "yaumaiding zurkon" karena tanwin yang bertemu huruf "za".
  • (وَلَااَ نْتُمْ) tidak dibaca  "walaa antum", tetapi harus dibaca "walaa angtum", karena ada "nun mati" yang bertemu huruf "ta".
  • (مَنْ ثَقُلَتْ) tidak dibaca "man-saqulat", tetapi harus dibaca "mangsaqulat", karena ada "nun mati" yang bertemu huruf "sa"
  • (مِنْ جُوْ عٍ) tidak dibaca "man-juungin", tetapi harus dibaca "mangjuungin" karena ada karena ada "nun mati" yang bertemu huruf "kha"
  • (مَنْ دَ سَّا هَا) tidak dibaca "man-dass saahaa" tetapi harus dibaca "mangdasssaahaa" karena ada karena ada "nun mati" yang bertemu huruf "da"
  • (فَاَ نْذَ رْتُكُمْ) tidak dibaca "fan-daztukum", tetapi dibaca "fangdaztukum", karena ada karena ada "nun mati" yang bertemu huruf "dza (ذ)"
  • (اَنْزَ لْنَا) tidak dibaca "an-zalnaa", tetapi harus dibaca "angzal naa", karena ada karena ada "nun mati" yang bertemu huruf "za"

Contoh Bacaan Ikhfa Tanwin 

Berikut ini adalah contoh bacaan ikhfa tanwin beserta penjelasan cara membacanya:
  • (رِجَا لٌ صَدَقُوا) tidak dibaca "rijaalun-sodaquu", tetapi harus dibaca "rijaalungsodaquu", karena ada tanwin bertemu dengan huruf "shad (ص)". 
  • (نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ) tidak dibaca "naaron-daatalahabin", tetapi dibaca "naarongdaatalahab", karena ada tanwin bertemu dengan huruf "dza (ذ)". 
  • (صَوَا بًاذلِك) tidak dibaca "sowaaban-dzalika", tetapi dibaca "sowaabangdzalika", karena ada tanwin bertemu dengan huruf "dza (ذ)"
  • (مَا ءً ثَجَّا جًا) tidak dibaca "ma'an-saj jaa jan", tetapi dibaca "maa'angsajjaajan", karena ada huruf tanwin bertemu huruf "tsa"
  • (شِهَا بٌ ثَا قِبٌ) tidak dibaca "sihabun-saaqibun", tetapi harus dibaca "sihaabungsaaqibun", karena ada tanwin bertemu dengan huruf "tsa (ثَا)".
  • (نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ) tidak dibaca "naasiyatin-kaadzi bati", tetapi  harus dibaca  "naasiyatingkaadzibatin" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "kaf (كَا)".
  • (مُسْ فٌ كَذَّا بٌ) tidak dibaca "musfun-kadzaabun", tetapi dibaca musfungkadzaabun karena ada tanwin bertemu dengan huruf "kaf (كَ)".
  • (رُطَبًا جَنِيًّا) tidak dibaca "ruthoban-janiyan", tetapi dibaca "rutobangjaniyan"  karena ada tanwin bertemu dengan huruf "jim (جَ)"
  • (عَيْنٌ جَا رِ يَةٌ) tidak dibaca "ngainun-jaariyatun", tetapi dibaca "ngainungjaariyatun" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "jim (جَ)".
  • (مِثْقَالَذَرَّةٍ شَرًّا) tidak dibaca "misqoo ladzarotin-sarroo", tetapi harus dibaca "misqooladzarotingsarroo" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "syin (شَ)".
  • (لِنَفْسٍ ثَيْئًا) tidak dibaca "linafsin-say’an", tetapi harus dibaca "linafsingsayan" sebab ada tanwin bertemu dengan huruf "tsa' (ثَ)"
  • (كُتُبٌ قَيِّمَهٌ) tidak dibaca "kutubun-qoyyimatun", tetapi dibaca "kutubungqoyyimatun" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "qof (قَ)".

Cara Membaca Huruf Ikhfa Tanwin

Berikut ini beberapa contoh tambahan mengenai cara membaca huruf ikhfa tanwin:
  • (وَلَدًاسُيْحَانَه) tidak dibaca "waladan-suyhaanah", tetapi harus dibaca "waladangsuyhaanah" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "sin (سُ)".
  • (شَرَابًاطَهُوْرًا) tidak dibaca "sarooban-thohuron", tetapi harus dibaca "saroobangthohuuron" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "tho (طَ)"
  • (يَوْ مَئِذٍزُرْقًا) tidak dibaca "yaumaidin-zurqon", tetapi harus dibaca "yaumamaidingzurqoo" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "za (ز)"
  • (يَتِيْمًا فَاوى) tidak dibaca "yatiman-faa", tetapi harus dibaca "yatiimangfaa"  karena ada tanwin bertemu dengan huruf "fa' (فَا)"
  • (يَوْ مًا ضَا لِّيْنَ) tidak dibaca "yauman-tholliin", tetapi harus dibaca  "yaumangdholliin", karena ada tanwin bertemu dengan huruf "dhod (ض)"
  • (سَلاَمٌ قَوْلًا) tidak dibaca "salaamun-qowlan", tetapi dibaca "salaamungqowlan" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "qof (قَ)"
  • (بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ) tidak dibaca  "biqolbin-saliimin", tetapi dibaca "biqolbingsaliimin" karena ada tanwin bertemu dengan huruf "sin (سَ)"
  • (قِنْوَانٌدَانِيَةٌ) jangan dibaca "qinwaanun-daaniyatun", tetapi harus dibaca "qinwaanungdaaniyatun" karena ada tanwin bertemu huruf "dal (دَ)"
  • (بَلْدَ ةٌ طَيِّبَةٌ) tidak dibaca "baldatun-thoyibatun", tetapi harus dibaca "baldatungthoyyibatun" karena ada tanwin bertemu huruf "tho (طَ)"
Demikianlah penjelasan tentang Huruf Ikhfa. Bagikan materi ini agar orang lain juga bisa membacanya. Terima kasih, semoga bermanfaat.
2020+ Huruf Ikhfa (اِخْفَاء): Arti, Hukum, Bacaan, Contoh Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Author Ilmusiana

0 komentar:

Post a comment