Learn Science With Ilmusiana

Ciri-ciri Pantun dalam Karya Sastra

loading...
Advertisement

loading...


Pantun memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan jenis karya sastra lainnya. Ciri khas pada pantun ini penting untuk diketahui agar dapat membuat pantun dengan benar. Secara umum, pantun memiliki ciri menonjol dalam hal rima dan adanya pembagian sampiran-isi. Tentunya, bukan ini saja ciri yang melekat pada pantun, tetapi masih ada beberapa lainnya. Apalagi, jika dikaitkan dengan sesama pantun itu sendiri. Sebagaimana yang umum diketahui bahwa ada banyak jenis pantun. Semua pantun-pantun tersebut memiliki ciri-ciri tersendiri, secara spesifik menjadi faktor pembeda dari satu jenis pantun dengan jenis pantun lainnya. Seperti apakah ciri-ciri pantun? Temukan jawabannya dalam uraian materi berikut ini:

Ciri-ciri Pantun dalam Karya Sastra
Ciri Ciri Pantun

Ciri-ciri Pantun

Berdasarkan bentuknya, pantun memiliki ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri ini tidak boleh diubah. Jika diubah, pantun tersebut akan menjadi seloka, gurindam, atau bentuk puisi lama lainnya. Ciri-ciri pantun adalah sebagai berikut:

1. Tiap bait terdiri atas empat baris (larik)

Ciri pantun yang pertama adalah dalam hal penulisan bait-baitnya. Dalam sebuah pantun, terdapat aturan bahwa tiap bait tersebut diisi oleh empat baris atau larik, tidak boleh lebih.

2. Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata

Pantun memiliki ciri dalam hal jumlah kata yang mengisi tiap barisnya. Pantun yang baik adalah pantun yang memuat 8 sampai 12 jumlah suku katanya. Hal ini bertujuan untuk menjaga irama yang dimiliki sebuah pantun.

3. Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b

Saat kita membaca pantun, terasa ada irama yang indah mengiringi kata-kata yang diucapkan. Hal ini di dukung pula oleh rima pantun yang memiliki pola yang teratur. Salah satu ciri khas dari sebuah pantun adalah terkait dengan rima tersebut, dimana pada setiap akhir rima mengikuti pola a-b-a-b.

4. Baris ketiga dan keempat merupakan isi

Pantun yang barisnya berjumlah empat memiliki pembagian tersendiri, yakni baris 1 dan 2 disebut sebagai sampiran. Sedangkan, baris ketiga dan keempat disebut bagian isi. Bagian sampiran dapat dikatakan sebagai pernyataan "basa-basi" si pemantun, biasa mengambil contoh dari lingkungan alam. Maksud sebenarnya dari pantun diletakkan dalam bagian isi tersebut.

5. Pernyataan pada sampiran dan isi harus masuk akal

Dalam pantun, ada yang namanya sampiran dan isi. Keduanya adalah sesuatu yang berbeda, namun saling terkait membentuk makna dari dari sebuah pantun. Pantun yang baik adalah pantun yang memiliki keterkaitan masuk akal antara bagian sampiran dan bagian isi tersebut, yang secara bersama-sama membentuk satu kesatuan dalam menyampaikan makna sebuah pantun.

Artikel Terkait: Pengertian Pantun

Sekian uraian tentang Ciri-ciri Pantun dalam Karya Sastra, semoga bermanfaat.

1 komentar:

  1. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai sastra, menurut saya studi mengenai sastra merupakan ilmu yang
    menarik juga banyak hal yang bisa dipelajari di dalam pembelajaran bahasa.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai beberapa sastra
    yang bisa anda kunjungi di Dunia Sastra

    ReplyDelete